Zidan Sebastian, Pemuda Asal Carita Antar Adhyaksa FC Banten Promosi Ke Liga 1

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Kebanggaan tengah dirasakan masyarakat Kabupaten Pandeglang, Banten, setelah salah satu putra daerah, Zidan Sebastian, ikut mengantarkan Adhyaksa FC Banten promosi ke Liga 1 Indonesia.

Bek berusia 24 tahun asal Kampung Cangkara, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten itu menjadi bagian dari skuad Adhyaksa FC Banten dalam perjalanan menuju kasta tertinggi sepak bola nasional.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Banten, khususnya Pandeglang. Kehadiran pemain asli daerah di level kompetisi tertinggi dinilai menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin meniti karier sebagai pesepak bola profesional.

Perjalanan menuju Liga 1 bukanlah hal mudah. Dibutuhkan kerja keras, disiplin, dan konsistensi tinggi untuk mampu bersaing di dalam tim maupun menghadapi ketatnya kompetisi.

Bagi masyarakat Carita, keberhasilan itu bukan sekadar pencapaian sebuah klub. Ada rasa bangga ketika salah satu putra daerah ikut membawa nama Banten bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Jalan Zidan menuju titik itu tentu tidak hadir secara instan. Di balik sorak sorai promosi, ada perjalanan panjang yang dipenuhi latihan, pengorbanan, dan persaingan ketat. Sejak kecil, sepak bola sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Ia tumbuh di lingkungan sederhana, bermain di lapangan kampung bersama teman-temannya. Dari sana, mimpinya perlahan tumbuh.

Zidan mengaku sempat mengasah kemampuan di sekolah sepak bola (SSB) yang ada di Carita.

“Dulu di Carita Raya nama SSB-nya, kemudian pindah ke Pandeglang Banten Raya,” ujarnya. Selasa (19/5/2026).

Dari lapangan-lapangan kecil di daerah, langkahnya terus bergerak. Tahun 2020, ia bergabung dengan Persipan, sebelum akhirnya berlabuh ke Farmel dan kemudian menjadi bagian dari Adhyaksa FC Banten.

Perjalanan itu tidak selalu mudah. Sebagai pemain bertahan, ia dituntut tampil disiplin dan konsisten. Kesalahan kecil di lini belakang bisa berujung petaka bagi tim. Namun tekanan itulah yang perlahan membentuk mentalnya.

“Panjang sih kalau diceritain, dulu saya di Persipan tahun 2020 terus ke Farmel sebelum menjadi Adhyaksa. Awalnya diajak sama pelatih,” katanya sambil tersenyum.

Kini, setelah Adhyaksa FC Banten memastikan diri promosi ke Liga 1, nama Zidan ikut menjadi perhatian. Meski belum tentu langsung menjadi pilihan utama musim depan, keberadaannya di skuad sudah menjadi bukti bahwa anak daerah juga mampu bersaing di level nasional.

Bagi anak-anak muda di Pandeglang, kisah Zidan seperti membawa harapan baru. Bahwa mimpi bermain di stadion besar, mengenakan jersey klub profesional, hingga tampil di kompetisi tertinggi Indonesia bukan sesuatu yang mustahil. 

Sepak bola, pada akhirnya, bukan hanya tentang kemenangan di atas lapangan. Ada cerita tentang kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk terus bermimpi.

Dan dari sebuah kampung di Carita, mimpi itu kini sedang dijalani oleh Zidan Sebastian. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama