Dinilai Membahayakan, Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Desa Bama Pandeglang Dikeluhkan Warga

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Sejumlah warga mengeluhkan keberadaan material pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kampung Sukamandi, Desa Bama, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang menggunakan sebagian badan jalan tanpa dilengkapi tanda pengaman maupun lampu peringatan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari hingga menjelang subuh. 

Menurut keterangan warga, sejak awal pembangunan KDMP berlangsung, material proyek yang ditempatkan di sekitar badan jalan belum pernah diberi garis pembatas, rambu peringatan, ataupun lampu sebagai penanda bagi pengendara yang melintas. 

Akibat minimnya pengamanan, sejumlah pengguna jalan mengaku kesulitan melihat keberadaan material proyek saat kondisi gelap.

Salah seorang warga, Jamal, mengaku sempat mengalami kecelakaan karena tidak melihat material yang berada di jalur yang dilaluinya saat hendak pergi ke pasar pada waktu subuh.

"Saya sendiri pernah terjatuh saat berangkat ke pasar, subuh. Material proyek itu sulit terlihat karena tidak ada lampu maupun garis pembatas. Kalau kondisi masih gelap, pengendara bisa saja tidak menyadarinya," ujarnya. Selasa (23/6/2026). 

Warga menilai pihak pengawas proyek seharusnya lebih memperhatikan aspek keselamatan masyarakat. Menurutnya, proyek yang dibiayai pemerintah harus mengutamakan keamanan pengguna jalan selama proses pembangunan berlangsung.

"Pengawas proyek harus lebih awas. Ini proyek pemerintah, jadi keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada korban lagi karena kelalaian dalam pengamanan material proyek," katanya.

Keluhan warga juga mengingatkan pada peristiwa kecelakaan yang pernah terjadi di wilayah Sumur Waru, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, beberapa waktu lalu. Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, kecelakaan tersebut diduga melibatkan material bangunan yang tidak diberi tanda pengaman dan mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Kami tidak ingin kejadian yang pernah terjadi di Sumur Waru terulang kembali. Jangan menunggu ada korban baru dilakukan tindakan. Sejak awal pembangunan, material yang berada di jalan ini tidak pernah diberi lampu ataupun tanda peringatan," ungkapnya. 

Warga berharap pihak pelaksana dan pengawas proyek segera memasang rambu-rambu keselamatan, garis pembatas, lampu penerangan, serta perlengkapan pengamanan lainnya di sekitar lokasi proyek guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun pemerintah Desa Bama terkait keluhan warga mengenai minimnya pengamanan material proyek di area jalan. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama