Menaratoday.com-Padangsidimpuan
Upaya peredaran sabu dalam jumlah besar di Kota Padangsidimpuan berhasil digagalkan Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan. Dua pria yang merupakan residivis kasus narkotika dibekuk petugas dengan barang bukti sabu seberat 89,51 gram bruto, Senin (8/6/2026) sore.
Kedua tersangka masing-masing berinisial AAH (39) dan DD (41), warga Kabupaten Padang Lawas. Mereka ditangkap saat berada di atas sepeda motor Honda Beat di Jalan Ompu Nabontar, Kelurahan Panyanggar Lama, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.
Kasat Narkoba Polres Padangsidimpuan AKP Juli Purwono mengungkapkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya transaksi narkotika di kawasan tersebut.
"Personel langsung bergerak melakukan penyelidikan. Saat dilakukan penindakan terhadap kedua tersangka, petugas menemukan satu plastik berisi sabu yang terjatuh di samping sepeda motor yang mereka gunakan," kata AKP Juli Purwono.
Dari tangan kedua residivis itu, polisi menyita satu paket sabu dengan berat bruto mencapai 89,51 gram, dua unit telepon genggam, serta sepeda motor yang digunakan untuk membawa barang haram tersebut.
Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa sabu tersebut diduga diperoleh dari seorang pria berinisial U yang berdomisili di wilayah Panyanggar. Saat ini pemasok tersebut masih dalam pengejaran dan pengembangan oleh Satresnarkoba.
"Pengembangan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan di atasnya. Kami tidak akan berhenti sampai pemasok dan pihak-pihak lain yang terlibat berhasil ditangkap," tegas AKP Juli Purwono.
Dengan jumlah hampir 90 gram sabu, polisi meyakini barang haram tersebut bukan untuk konsumsi pribadi, melainkan diduga kuat akan diedarkan kembali. Penangkapan ini sekaligus menjadi bukti bahwa jaringan narkoba masih terus mencoba menjadikan wilayah Tabagsel sebagai pasar peredaran narkotika.
Polres Padangsidimpuan menegaskan perang terhadap narkoba tidak akan surut. Dukungan dan informasi dari masyarakat disebut menjadi kunci penting dalam membongkar jaringan-jaringan yang selama ini bergerak secara sembunyi-sembunyi.
"Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat. Sinergi ini sangat penting untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba," pungkas AKP Juli Purwono.(Ucok Siregar)
