MenaraToday.Com - Pandeglang :
Proses Penyaluran Bantuan Pangan (PBP), berupa beras dan minyak goreng di Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, sempat mengalami kendala akibat pemadaman listrik yang terjadi saat pelayanan kepada masyarakat berlangsung, Jumat (12/6/2026), ba'da Jumaatan. Gangguan tersebut membuat aplikasi yang digunakan untuk proses verifikasi dan penyaluran bantuan tidak dapat dioperasikan sementara waktu.
Kasi Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Kalanganyar, Hafid, menjelaskan, pemadaman listrik terjadi ketika para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai berdatangan usai jam istirahat. Selain listrik padam, jaringan internet juga ikut terganggu karena Base Transceiver Station (BTS) tidak berfungsi, sehingga proses validasi data harus dihentikan sementara.
“Pelayanan sempat kami pending karena aplikasi tidak bisa digunakan. Kami mencoba menggunakan paket data, tetapi jaringan juga terganggu. Setelah listrik kembali menyala dan sistem normal, penyaluran langsung kami lanjutkan,” ujarnya.
Kendala teknis tersebut, jelas Hafid, berdampak pada kecepatan pelayanan. Dalam kondisi normal, petugas dapat melayani sekitar 20 KPM dalam dua jam. Namun saat gangguan terjadi, jumlah penerima yang dapat diproses hanya sekitar tiga hingga lima KPM.
Meski harus menunggu lebih lama di tengah cuaca panas, masyarakat tetap mengikuti proses penyaluran dengan tertib.
Salah seorang KPM, Siti (48), mengaku sudah datang sejak pagi untuk mengambil bantuan. Ia memahami kondisi yang terjadi dan memilih menunggu hingga pelayanan kembali normal.
“Memang tadi sempat lama karena listrik mati, tapi kami mengerti petugas juga tidak bisa berbuat banyak karena sistemnya pakai aplikasi. Alhamdulillah akhirnya bantuan bisa kami terima,” katanya.
Hal senada disampaikan Asep (55), warga penerima bantuan lainnya. Ia menuturkan, bantuan beras dan minyak goreng tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah harga bahan pokok yang masih cukup tinggi.
“Bantuan ini sangat membantu, apalagi sekarang kebutuhan sehari-hari terus naik. Mudah-mudahan program seperti ini bisa terus berlanjut dan tepat sasaran,” ucapnya.
Pada tahun 2026, Desa Kalang Anyar mendapat tambahan kuota penerima bantuan pangan menjadi 1.248 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM menerima dua karung beras dan 4 liter minyak goreng. Total bantuan yang diterima desa tersebut mencapai 2.496 karung beras dan 4.992 liter minyak goreng.
Menurut Hafid, peningkatan jumlah penerima bantuan pada tahun ini mencapai hampir 100 persen dibandingkan sebelumnya. Penambahan kuota tersebut diharapkan dapat membantu lebih banyak warga yang membutuhkan.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, sebanyak enam petugas lapangan diterjunkan dan dibantu oleh perangkat desa dalam mengatur antrean serta mengarahkan warga yang datang. Sistem penyaluran tidak dibagi berdasarkan jadwal RT atau RW, sehingga seluruh KPM dapat hadir pada hari pelaksanaan. Jika penyaluran belum selesai, kegiatan akan dilanjutkan hingga hari berikutnya.
Hafid juga mengimbau masyarakat agar aktif berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW apabila terdapat ketidaksesuaian data penerima bantuan, seperti perubahan domisili atau penerima yang telah meninggal dunia. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan tidak menimbulkan kendala di lapangan.
"Dengan dukungan pemerintah desa, petugas lapangan, dan partisipasi masyarakat, penyaluran bantuan pangan di Desa Karanganyar diharapkan berjalan lancar dan mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang berhak menerima," tandasnya. (ILA)
