Keluarga Pasien Keluhkan Dugaan Sikap Arogan Oknum Perawat RSUD Labuan di Ruang IGD

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Keluarga pasien mengeluhkan dugaan sikap arogan yang ditunjukkan oleh seorang oknum perawat yang bertugas di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Labuan, Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Keluhan tersebut disampaikan oleh salah seorang keluarga pasien berinisial SA yang mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan saat berada di ruang IGD RSUD Labuan untuk mendampingi anggota keluarganya yang sedang menjalani perawatan.

Menurut SA, oknum perawat RSUD Labuan tersebut meminta agar jumlah keluarga pasien yang berada di dalam ruangan tidak lebih dari satu orang. Namun, penyampaian aturan tersebut dinilai dilakukan dengan nada tinggi dan terkesan kasar.

"Kami memahami aturan rumah sakit, terutama pada pagi hari ketika petugas sedang melakukan pembersihan ruangan dan mempersiapkan pemeriksaan dokter. Tetapi seharusnya aturan itu disampaikan dengan cara yang baik dan sopan," ujar SA kepada awak media.

Selain menegur dengan nada tinggi, SA juga menduga oknum perawat di IGD RSUD Labuan tersebut melakukan tindakan fisik berupa dorongan kepada keluarga pasien saat meminta mereka keluar dari ruangan.

Ia menegaskan bahwa pihak keluarga tidak mempermasalahkan aturan yang diterapkan rumah sakit. Namun, dirinya berharap seluruh petugas pelayanan kesehatan dapat mengedepankan etika dan komunikasi yang baik kepada pasien maupun keluarga pasien.

"Kami datang ke rumah sakit karena ada keluarga yang sakit. Kalau disampaikan dengan sopan, tentu kami akan menghormati dan mengikuti aturan yang berlaku," katanya.

SA mengaku selama berada di ruang IGD RSUD Labuan melihat banyak perawat yang menjalankan tugas dengan baik. Namun menurutnya, oknum perawat yang dimaksud menunjukkan sikap yang berbeda dibandingkan petugas lainnya.

Keluarga pasien tersebut berharap manajemen RSUD Labuan dapat melakukan evaluasi terhadap dugaan perilaku tidak profesional yang dilakukan oknum perawat tersebut agar tidak terulang kepada pasien maupun keluarga pasien lainnya.

"Kami sangat kecewa. Seorang tenaga kesehatan seharusnya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Jangan sampai sikap arogan dan cara berbicara yang tidak sopan justru menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien dan keluarganya," ungkap SA.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Labuan maupun perawat yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait hal  tersebut. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama