MenaraToday.Com - Asahan :
Bangunan sekolah diperkotaan terkesan mewah dan bagus serta nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini berbanding terbalik dengan sekolah yang ada di pedesaan.
Pantauan awak media, Jumat (19/6/2026). Bangunan sekolah yang rusak parah sangat membahayakan keselamatan siswa dan mengganggu proses belajar mengajar.
Kepala SD Negeri 015893 Air Putih, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Hamidah mengatakan kerusakan bangunan terjadi sejak 2020 lalu. Saat itu kerusakan hanya satu ruang kelas saja. Namun karena tidak ada penanganan, kerusakan meluas ke sejumlah ruang kelas lainnya.
Demikian juga bangunan perpustakaan yang sejak dibangun tidak pernah mendapatkan alat - alat penunjang seperti buku dan lain sebagainya membuat ruangan perpustakaan juga rusak parah.
Ironisnya ternyata hampir sepuluh tahun sekolah ini mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan plafon yang sudah rapuh termakan usia. Meski demikian, belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah.
Pihaknya sudah melaporkan kerusakan sekolah kepada Dinas Pendidikan setempat , namun belum mendapat respon.
Kendati demikian, para guru tidak mempunyai pilihan lain dan tetap menggunakan ruang kelas yang rusak sebagai tempat belajar mengajar meski diliputi rasa khawatir sewaktu-waktu plafon bisa jatuh dan menimpa siswa.
Bahkan tak jarang ketika hujan melanda, siswa harus berpindah lokasi belajar karena air masuk ke dalam ruang kelas mereka.
kondisi ruangan yang mengalami rusak parah ini membuat proses belajar mengajar tidak bisa berjalan efektif. Pasalnya para guru juga merasa was-was saat proses belajar berlangsung yang dikhawatirkan sewaktu-waktu sekolah tersebut ambruk.
Sementara itu saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Asahan, Musa Albakri menjelaskan pihaknya berterima kasih kepada rekan wartawan yang telah memberikan informasi dilapangan terkait hal ini.
"Terima kasih kami ucapkan atas informasinya dan kami akan memprioritaskan pembangunan SD ini, Insya Allah nanti di P APBD akan kita usulkan pembangunan SD tersebut" ujarnya . (FM)
