MenaraToday.Com - Asahan :
Masalah pencemaran lingkungan akibat sampah, khususnya plastik, masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah.
Menyikapi hal ini, SMP Muhammadiyah Sentang tidak tinggal diam. Pada hari Selasa (23/6/2026), institusi pendidikan tersebut menggelar aksi nyata dengan tajuk kegiatan “Pembersihan Sampah di Sekitar Sungai Kawasan Kelurahan Sentang.” Kegiatan ini melibatkan kolaborasi erat antara jajaran guru, staf, dan ratusan siswa-siswi.
Di bawah langit mendung yang sejuk, semangat gotong royong membara di sepanjang sempadan sungai yang mengalir membelah kawasan Kelurahan Sentang. Sejak pukul 08:00 WIB, lokasi tersebut telah dipadati oleh ratusan siswa yang mengenakan seragam kebanggaan mereka. Uniknya, berbeda dari hari biasa, hari ini seragam mereka dilengkapi dengan sarung tangan dan berbekal berbagai alat kebersihan, seperti kantong sampah besar, penjepit, dan sapu lidi.
Aksi ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan area sungai secara fisik, melainkan juga memiliki misi edukasi yang mendalam.
“Kami ingin menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada para siswa. Sungai adalah urat nadi kehidupan, dan menjaganya bersih adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Hadi Akmal,SPd,MPd selaku kepala sekolah yang ditemui di sela-sela kegiatan.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan pilar pendidikan karakter yang diusung oleh sekolah, yaitu kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan dimulai dengan arahan singkat mengenai keselamatan dan pembagian zona pembersihan. Seluruh peserta kemudian bergerak menyusuri kedua sisi sempadan sungai. Di zona pertama, siswa difokuskan untuk mengambil sampah-sampah besar yang tersangkut di rerumputan tebal dan semak belukar di sepanjang bantaran. Kondisi area yang dipenuhi ilalang tinggi dan rimbun menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa.
Namun, rintangan alam tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Beberapa siswa terlihat gigih menembus semak-semak lebat demi mengambil sampah. Di lokasi tersebut, siswa menemukan banyak sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan, mulai dari kemasan plastik instan, sterofoam bekas makanan, hingga botol plastik. Penemuan ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian kecil masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.
Siswa bekerja dalam tim kecil, bahu-membahu mengisi kantong-kantong sampah besar dengan temuan mereka. Para guru pendamping juga terlihat aktif memotivasi dan sesekali membantu siswa dalam mengambil sampah yang sulit dijangkau.
Zona kedua menghadirkan tantangan berbeda. Beberapa kelompok siswa ditugaskan untuk membersihkan area tepian sungai yang memiliki kontur tanah terjal dan berbatu. Medan ini memerlukan kehati-hatian ekstra, namun dedikasi siswa tetap terjaga. Temuan di area ini pun cukup memprihatinkan, seperti ban bekas dan jaring nelayan tua yang terbengkalai.
Semangat juang para siswa dalam menaklukkan medan berat terekam jelas meskipun kotor dan lelah, wajah-wajah siswa tetap dihiasi senyum kepuasan setiap kali berhasil mengangkat sampah. Kantong sampah mereka pun cepat terisi penuh.
Kerja keras yang dimulai dari pagi hari pun akhirnya membuahkan hasil. Menjelang siang, kantong-kantong sampah penuh telah terkumpul di titik pengumpulan yang ditentukan. Area sempadan sungai pun mulai terlihat jauh lebih bersih dan asri, bebas dari pemandangan sampah yang mengganggu.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak Kelurahan Sentang. Staf kelurahan turut hadir untuk membantu koordinasi dan menyediakan lokasi pengumpulan akhir sampah sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pihak kelurahan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada SMP Muhammadiyah Sentang atas inisiatif tersebut.
Jerman (seorang staf kelurahan) menyatakan, “Aksi ini sangat inspiratif. Kami harap langkah positif ini dapat memotivasi sekolah-sekolah lain dan masyarakat luas untuk terus menggalakkan gerakan kebersihan.”
Sementara itu, beberapa warga sekitar yang menyaksikan kegiatan tersebut juga memberikan respon positif. “Saya senang melihat anak-anak muda begitu peduli dengan lingkungan. Semoga sungai kita bisa terus bersih seperti ini,” tutur Bapak Sutrisno, salah seorang warga Sentang.
Pihak sekolah menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial satu kali, melainkan bagian dari program berkelanjutan yang akan terus dievaluasi dan ditingkatkan.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Sentang menyatakan, “Ini adalah langkah awal. Kami berkomitmen untuk menjadikan kegiatan seperti ini sebagai bagian rutin dari program pendidikan di sekolah. Kami ingin mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan mereka.”
SMP Muhammadiyah Sentang berharap agar semangat gotong royong dan kesadaran lingkungan yang tercipta hari ini dapat terus terjaga dan menular ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik antara institusi pendidikan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, lingkungan Kelurahan Sentang akan terus tumbuh menjadi lingkungan yang bersih, sehat, dan asri demi masa depan yang lebih baik. (SY)
