MenaraToday.Com - Pandeglang :
Tumpukan sampah yang menggunung di wilayah Desa Rancatereup, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat dan merusak keindahan lingkungan. Sampah yang didominasi limbah rumah tangga itu kini menjadi pemandangan sehari-hari bagi masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar. Aroma tidak sedap dari tumpukan sampah tercium hingga ke permukiman dan area sekitar lokasi. Selain mengurangi estetika lingkungan, keberadaan sampah yang terus menumpuk juga dikhawatirkan dapat memicu gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan.
Salah seorang warga setempat mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan lokasi tersebut dipenuhi sampah. Namun, ia mengatakan, tumpukan sampah yang kini menggunung telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
"Kurang tahu juga ya, tahu-tahu sudah menggunung aja. Cukup membuat resah sih, apalagi menimbulkan bau yang menyengat," katanya. Kamis (11/6/2026).
Tak hanya warga sekitar, pengguna jalan yang melintas juga menyoroti kondisi tersebut. Ahmad (37), salah seorang pengendara, mengaku terkejut melihat kawasan yang sebelumnya bukan lokasi pembuangan sampah kini berubah menjadi tempat penumpukan limbah rumah tangga.
"Dulu saya sering lewat jalan ini, lama enggak ke sini-sini kok jadi tempat pembuangan sampah warga? Sampai numpuk kayak gitu?" ucapnya.
Warga berharap tumpukan sampah di Desa Rancatereup segera mendapat perhatian dari pihak terkait. Mereka meminta adanya pembersihan dan penanganan yang lebih serius agar persoalan sampah tidak semakin meluas dan terus mengganggu aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasie Kesra) Desa Rancatereup, Encep Saruri, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa titik lokasi tumpukan sampah tersebut sebenarnya berada di wilayah Kampung Sukajaya, Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan.
"Sebenarnya itu masuk ke Kampung Sukajaya Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan. Karena itu jalan lintas Desa Rancatereup, kami juga seminggu yang lalu ikut serta membersihkan tumpukan sampah dan membakarnya. Tapi selang beberapa hari, entah datangnya dari arah mana, sampah itu menumpuk lagi," ungkap Encep.
Ia juga mengungkapkan, pihaknya pernah menerima laporan dari warga mengenai adanya sebuah mobil pick up yang diduga hendak membuang sampah ke lokasi tersebut pada malam hari. Beruntung, aksi itu diketahui warga sehingga berhasil dicegah.
"Pernah itu tengah malam ada warga laporan ke saya lewat video call, memberi tahu bahwa ada mobil losbak dari arah jalan raya mengangkut sampah mau dibuang ke situ. Akhirnya tidak jadi karena dilarang oleh warga setempat. Jadi ada kemungkinan yang buang sampah bukan hanya warga sekitar," ungkapnya.
Encep menambahkan, pihak Desa Rancatereup telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Pemerintah Desa Sukamaju. Namun, hingga kini belum terlihat adanya langkah penanganan yang dilakukan.
"Pihak Desa Sukamaju sudah tahu karena sudah sempat disampaikan, namun sepertinya hingga kini belum ada gerakan apa pun. Terbukti sampahnya makin menggunung," tandasnya. (ILA)
