MenaraToday.Com - Pandeglang :
Seorang pasien rawat inap di Puskesmas Saketi, Kabupaten Pandeglang, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria yang hingga kini belum diketahui identitas maupun statusnya. Dugaan pelecehan seksual tersebut menjadi perhatian publik setelah keluarga korban mengungkap kronologi kejadian melalui media sosial. Senin (20/7/2026).
Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/7/2026) dinihari, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu korban tengah menjalani perawatan akibat penyakit tifus (tipes) di ruang rawat inap Puskesmas Saketi.
Menurut keluarga, korban sedang beristirahat, sementara ibunya juga tertidur di ruangan yang sama. Korban kemudian terbangun karena merasakan ada seseorang yang diduga meraba tubuhnya dan berusaha membuka celananya.
Korban sontak berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut membangunkan ibunya yang kemudian mengejar pria yang diduga sebagai pelaku hingga keluar dari ruang perawatan. Namun, terduga pelaku berhasil melarikan diri.
"Kami sangat terpukul atas kejadian ini. Anak kami masih menjalani perawatan, tetapi justru mengalami peristiwa yang membuatnya trauma. Sampai sekarang kondisi psikologisnya masih terguncang," ujar pihak keluarga.
Akibat kejadian itu, korban disebut mengalami trauma dan masih membutuhkan pendampingan dari keluarga.
Pihak keluarga mengaku telah melaporkan dugaan pelecehan seksual tersebut ke Polsek Saketi. Mereka berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus itu dan mengungkap identitas pelaku.
"Kami sudah membuat laporan ke pihak kepolisian. Namun menurut unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Pandeglang keterangan saksi tidak sinkron dengan bukti-bukti, seperti, baju terbuka, lecet kemaluan, atau baju kebuka. Harapan kami kasus ini diproses secara serius sesuai hukum yang berlaku dan pelakunya segera ditemukan agar tidak ada korban lain," kata keluarga korban.
Selain melapor ke kepolisian, keluarga menyebut sempat dilakukan upaya mediasi oleh pihak Puskesmas Saketi. Namun, mediasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
"Kami sempat dimediasi, tetapi tidak ada titik temu. Karena itu kami memilih menyampaikan kejadian ini ke media sosial agar mendapat perhatian publik dan penanganannya benar-benar serius," ungkap keluarga.
Keluarga juga berharap pihak pengelola fasilitas kesehatan dapat meningkatkan sistem pengamanan, khususnya di ruang rawat inap, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Puskesmas Saketi terkait kronologi kejadian, maupun identitas pria yang diduga sebagai pelaku. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi. Berita ini akan diperbarui setelah ada pernyataan resmi dari instansi berwenang. (ILA)
