MenaraToday.Com - Tulangbawang Barat :
Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Tiuh Karta Raharja, Kabupaten Tulangbawang Barat berinsial SM terindikasi selewengkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dengan modus operandi melakukan mark up data siswa yang dilaporkan ke Kemenag Tulangbawang Barat. Akibat dari dugaan tersebut, oknum Kepala Sekolah tersebut terancam di Polisikan.
Saat dikonfirmasi,Selasa (14/7/2026) SM (Kepala Sekolah) dengan didampingi operator dan 2 orang guru secara silih berganti mengutarakan bahwa dirinya belum lama menjabat sebagai Kepala Sekolah di MA Tiuh Karta Raharja
"Saya baru menjabat di sekolah ini belum la pak, sejak Bulan Januari kemarin" ujar SM
Untuk diketahui jumlah global siswa siswi MA Tiuh Karta Raharja di Tahun Ajaran 2025-2026 bersumpah 45 siswa.
"Saya baru sekali mengelola Dana Bos, sebelumnya Kepala Sekolahnya Bu Lisda, kalau sekarang belum jelas jumlah muridnya karena ini kan baru mulai masuk sekolah dan baru masuk 3 hari. Tolong jangan diberitakan hasil konfirmasi ini ya pak" ucap SM sembari menyebutkan untuk siswanya banyak dari Pondok dan salah satunya pemilik bernama Galuh.
Namun yang sangat disayangkan saat dikonfirmasi wartawan siswi baru kelas 10 diruang kelasnya hanya berjumlah 4 siswi saja itupun hanya dua siswi saja yang masuk kelas dan kedua siswi lainya ngak berangkat sekolah.
Tak cuma itu saja, yang lebih parah lagi saat tim wartawan sedang konfirmasi terhadap kedua siswi tiba tiba secara dadakan ada tujuh siswa dan dikawal dua jajaran guru masuk ruang kelas sepuluh yang dugaannya atas perintah Kepala Sekolah yang tidak menampakkan dirinya dibalik mobil minibus yang sedang terparkir di halaman sekolah tersebut, ada apa sebenarnya yang terjadi dengan kepala sekolah yang satu ini.
Dengan adanya polemik ini diduga berat oknum telah menggunakan siasat buruk untuk mengelabui pihak wartawan demi untuk menutupi siasat buruknya ia pun menggunakan jurus main petak umpet.
Di tempat berbeda dikunjungi salah satu pendiri pondok nama Galuh di rumah kediaman dan di lokasi pondoknya Rabu (15/7/2026) siang tadi, ternyata hasil pengakuannya terhadap pihak media sangat jauh berbeda dengan pengakuan Kepala Sekolah saat dikonfirmasi wartawan ini di sekolahnya MA Miftahul Jannah pada Selasa (14/7/2028 sampai hari berikutnya Rabu (15/7/2026) pagi tadi.
"Benar pak saya selaku pendiri pondok atas nama Galuh, kami memang telah menjalin kerja sama terhadap sekolah MA Miftahul jannah, Tapi terus terang hanya empat siswi saja ngak lebih kok, itupun baru mulai ajaran tahun ini saja ajaran tahun 2026-2027 dan hanya terhadap siswi kelas sepuluh saja bukan sudah lama menjalin dari tahun sebelumnya. Untuk itu kami atas nama tim media ini akan segera membawa serta mengawal polemik ini terkait dugaan oknum Kepala Sekolah baru dan Kepala Sekolah lama dalam dugaan korupsi dana BOS sumber anggaran Negara.
Terkait hal yang sama, kami pihak tim media siap membantu dan mendukung Mitra kerja sama kami (aparat penegak hukum) (APH) wilayah hukumnya baik itu Polres Tulang bawang barat atau pihak Polda Lampung setempat untuk segera turun tangan dan mengambil sikap tegas dikarenakan kedua oknum KS baru dan KS lama diduga kuat korupsi anggaran BOS dan diduga telah merugikan negara. (Hel)
