Kades Padahayu Bersama Muspika Cikedal Sambangi Suhri, Anak Buruh Emping yang Lumpuh Sejak Usia 7 Tahun

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Kisah haru datang dari Kampung Padahayu RT 07/RW 02, Desa Padahayu, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten. Suhri (23), anak dari buruh pembuat emping melinjo ini telah mengalami kelumpuhan sejak usia tujuh tahun dan hingga kini hanya dapat terbaring di rumah sederhana milik keluarganya.

Kepala Desa Padahayu, Eman Rajudin, bersama unsur Muspika Kecamatan Cikedal, pihak Kecamatan Cikedal, dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Cikedal mendatangi kediaman Suhri pada Senin (27/7/2026) untuk melihat langsung kondisi kesehatannya.

Ibu Suhri, Awanah (39), menceritakan bahwa putra sulungnya lahir dalam kondisi normal. Namun, saat menginjak usia tujuh tahun, Suhri mulai sering mengalami sakit hingga akhirnya kehilangan kemampuan berjalan.

"Lahirnya normal, tapi pas usia tujuh tahun itu sakit-sakitan, akhirnya seperti ini (lumpuh), tidak bisa jalan. Kalau mau bergerak hanya bisa merangkak," ujar Awanah.

Selama bertahun-tahun, keluarga berupaya membawa Suhri berobat ke berbagai fasilitas kesehatan. Namun keterbatasan ekonomi membuat pengobatan tidak berjalan maksimal.

Awanah yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pembuat emping melinjo hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp.30 ribu per hari. Penghasilan tersebut bahkan kerap tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Sudah dibawa berobat sampai ke rumah sakit. Saya sampai pinjam uang Rp. 600 ribu ke neneknya karena tidak punya biaya. Saya hanya buruh emping dengan upah Rp. 30 ribu. Untuk makan sehari-hari saja kadang masih kekurangan," tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Desa Padahayu Eman Rajudin mengatakan pihaknya bersama Muspika Cikedal dan Puskesmas Cikedal langsung melakukan asesmen terhadap kondisi Suhri.

Dari hasil pemeriksaan awal, Suhri diketahui tidak hanya mengalami kelumpuhan, tetapi juga memiliki penyakit penyerta berupa epilepsi dan gangguan mental.

"Ada epilepsi dan gangguan mental yang dideritanya sejak lahir. Saat kami berkunjung, kami juga cukup kesulitan berkomunikasi dengan Suhri," kata Eman.

Eman menjelaskan, Pemerintah Desa Padahayu telah berkoordinasi dengan Puskesmas Cikedal, Dinas Kesehatan, serta unsur Muspika Kecamatan Cikedal agar Suhri segera mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Menurutnya, pihak Puskesmas telah menyiapkan langkah untuk merujuk Suhri ke rumah sakit setelah seluruh persyaratan dan kesiapan keluarga terpenuhi.

"Tindak lanjutnya, pihak Puskesmas akan membawa Suhri ke rumah sakit. Saat ini tinggal menunggu kesiapan dari pihak keluarga," jelasnya.

Eman berharap proses pengobatan yang akan dijalani Suhri dapat memberikan harapan baru bagi pemuda asal Desa Padahayu tersebut. Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan para dermawan untuk turut memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing.

"Semoga ada keajaiban dari Allah sehingga Suhri bisa sehat kembali. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya memberikan penanganan dan bantuan sesuai kapasitasnya. Itulah harapan kami sebagai pemerintah desa," pungkasnya.

Kisah Suhri menjadi potret nyata perjuangan keluarga kurang mampu di Kabupaten Pandeglang dalam memperoleh akses layanan kesehatan. Dengan perhatian pemerintah, tenaga kesehatan, dan dukungan masyarakat, diharapkan Suhri dapat segera memperoleh penanganan medis yang lebih optimal. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama