MenaraaToday.Com - Pandeglang :
Turnamen sepak bola Margasana Cup XIII tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi klub-klub sepak bola di Kabupaten Pandeglang, Banten. Di balik kemeriahan pertandingan, panitia juga menghadirkan program pemberdayaan ekonomi dengan memberikan pinjaman modal usaha tanpa bunga kepada puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sebanyak puluhan pedagang yang berjualan di kawasan Lapangan Gelora Muhammad Yamin Yasin, Desa Margasana, memperoleh pinjaman modal sebesar Rp. 1 juta per orang dari sang Kepala Desa. Dana tersebut digunakan sebagai tambahan modal selama turnamen berlangsung dan dikembalikan menjelang laga grand final.
Salah seorang pelaku UMKM, Rodiah, mengaku program tersebut sangat membantu masyarakat yang memanfaatkan momentum turnamen untuk berjualan.
"Alhamdulillah punya Kepala Desa orangnya baik sekali, mau memberdayakan masyarakatnya untuk bisa berjualan selama pertandingan berlangsung. Kami dipinjami dana sebesar Rp. 1 juta masing-masing UMKM tanpa bunga," kata Rodiah, Rabu (22/7/2026).
Rodiah mengatakan, omzet yang diperolehnya selama berjualan rata-rata mencapai Rp200 ribu per hari. Bahkan saat jumlah penonton membludak, pendapatannya bisa meningkat hingga Rp300 ribu dalam sehari.
"Rata-rata Rp. 200 ribu sehari, kalau lagi ramai bisa sampai Rp. 300 ribu. Untuk dana pinjaman sendiri kami sudah ada kesepakatan akan dikembalikan sebelum final," ujarnya.
Panitia Margasana Cup XIII, Pardi, mengatakan program pinjaman modal tanpa bunga merupakan salah satu upaya menggerakkan perekonomian masyarakat Desa Margasana melalui penyelenggaraan turnamen sepak bola.
Menurutnya, seluruh pedagang penerima bantuan tidak dibebani bunga maupun biaya tambahan.
"Tujuan kami untuk meningkatkan ekonomi UMKM Desa Margasana. Kami memberikan modal Rp. 1 juta tanpa bunga, lalu dikembalikan sebelum grand final atau sekitar lima hari sebelum," ujar Pardi.
Ia menjelaskan, Margasana Cup XIII diikuti 84 tim yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Pandeglang. Sementara itu, panitia menerapkan sistem open player, sehingga sejumlah tim diperkuat pemain dari luar daerah, termasuk Tangerang. Biaya pendaftaran setiap tim sebesar Rp. 700 ribu.
Pardi menambahkan, pelaksanaan turnamen sejauh ini berjalan aman dan kondusif berkat sinergi panitia dengan Pemerintah Desa Margasana, Polsek, dan Koramil.
Untuk memperpanjang peluang para pedagang memperoleh penghasilan, panitia berencana mengubah jadwal pertandingan saat memasuki babak 16 besar. Jika sebelumnya digelar dua pertandingan setiap hari, nantinya hanya akan dimainkan satu pertandingan per hari.
Kebijakan tersebut diharapkan membuat penyelenggaraan turnamen berlangsung lebih lama sehingga aktivitas ekonomi di sekitar lapangan tetap berjalan.
"Kalau sekarang dua pertandingan setiap hari. Nanti di babak 16 besar kemungkinan satu pertandingan per hari supaya pedagang di sekitar lapangan juga bisa lebih lama berjualan," jelas Pardi.
Panitia juga memberikan fasilitas berupa lokasi berjualan gratis di lahan milik Pemerintah Desa Margasana. Sementara lahan milik pribadi di sekitar lapangan dikelola langsung oleh pemiliknya.
Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, masih kata Pardi, Margasana Cup XIII juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang. Juara pertama akan memperoleh satu ekor kerbau bergilir, dan piala tetap, juara II uang pembinaan sebesar Rp. 7,5 juta, Sementara juara ketiga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 3,5 juta.
"Panitia juga memberikan penghargaan kepada top skor lokal Pandeglang berupa uang tunai Rp 1 juta dan sepasang sepatu sepak bola. Berbagai door prize serta hadiah bagi penonton terunik dan penonton terbaik turut disiapkan untuk menambah semarak turnamen," ungkapnya.
Pardi berharap seluruh peserta dan masyarakat terus menjaga sportivitas sehingga Margasana Cup XIII tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga mampu mempererat silaturahmi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Margasana dan Kabupaten Pandeglang. (ILA)
