MenaraToday.Com - Tulangbawang Barat :
Pihak Sekolah Dasar (SD) Negeri 18 Tumijajar diduga kuat menjadikan sarana pendidikan sebagai ajang bisnis buku Lembar Kerja Siswa (LKS). Temuan ini terancam akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan, Kemendikbud Pusat, Ombudsman dan Aparat Penegak Hukum (APH).
Penjualan LKS di sekolah ini diperoleh dari informasi dari pasangan suami isteri berinisial ST dan HY yang merupakan wali murid SDN 18 Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung pada hari Rabu (22/7/2026) yang lalum
"Anak kami merupakan siswa SD Negeri 18 Tumijajar pak, kalau buku cetak beli cuma satu, bayarnya dengan guru kelas atas nama Dul Karim, kalau Kepala Sekolahnya atas nama Siti" ujar orang tua murid kepada MenaraTodaym.Com,
Lebih lanjut orang tua murid tersebut mengaku telah membayar 1 buku sebesar Rp. 35 ribu.
"Anak saya bayar dengan harga 1 buku sebesar Rp. 35 ribu pak, kayaknya untuk kelas 1,2 dan 3 harganya rata-rata Rp. 35 ribu, kalau jelas 4, 5 dan 6 harganya rata-rata Rp 40 ribu pak" ucapnya
Saat awak media mendatangi SDN 18 Tumijajar untuk keperluan konfirmasi pada hari Kamis (23/7/2026), salah seorang guru bernama Dul Karim membenarkan adanya penjualan buku LKS di sekolah tersebutm
"Di SD ini saya merupakan guru dan wali kelas 3 pak, untuk Kepala Sekolah hari ini nggak ada pak, mungkin ada kegiatan lain. Jadi jika bapak bertanya terkait adanya penjualan buku LKS di sekolah ini memang benar pak dimana masing-masing murid membayar buku LKS dengan guru kelas masing-masing, kalau yang nge sub buku tersebut saya ngga paham pak dan terkait hal ini tolong beri waktu pak, saya akan berkoordinasi dengan pimpinan saya, jangan dulu bapak beritakan ya pak" ucapnya.
Selang beberapa waktu dihari yang sama Dul Karim menghubungi awak media melalui aplikasi WhatsApp dan menyebutkan bahwa Kepala Sekolah tidak ada sanggahan dan respons.
"Izin pak, jadi Kepada Sekolah tidak memberikan sanggahan dan respons terkait dugaan temuan bapak, malah saya kesannya yang harus bertanggung jawab, tapi kan saya bukan Kepala Sekolah pak, mohon maaf ya pak". Ujarnya mengakhiri telepon WhatsApp (Hel)
