MenaraToday.Com - Pandeglang :
,Empat keluarga terdampak kebakaran di Kampung Makui Tonggoh, Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini mendapat tempat tinggal baru setelah menerima bantuan rumah semi permanen dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Harfa.
Bantuan rumah semi permanen tersebut diserahkan dalam kegiatan peresmian dan serah terima rumah bagi masyarakat terdampak kebakaran di Kampung Makui Tonggoh, Sabtu (29/8/2026). Peristiwa kebakaran sebelumnya terjadi pada 18 Juni 2026 dan diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik.
Empat warga yang menjadi penerima manfaat bantuan rumah semi permanen tersebut adalah Masrip, Hendi, Edi Supriyadi, dan Udi Samsudin.
Serah terima bantuan rumah tersebut turut dihadiri perwakilan BPKP Pusat, BPK Banten, Pemerintah Kecamatan Labuan, Pemerintah Desa Kalanganyar, serta manajemen LAZ Harfa.
Penjabat (Pj.) Kepala Desa Kalanganyar, Endang Sutamiharja, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada BPKP dan LAZ Harfa yang telah membantu warga terdampak kebakaran.
Menurut Endang, kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran bukanlah perkara mudah bagi sebuah keluarga. Karena itu, bantuan rumah semi permanen tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi para penyintas.
“Musibah kebakaran yang menimpa warga kita di Kampung Makui Tonggoh RT 03 RW 07 beberapa waktu lalu adalah ujian yang berat bagi kita semua. Kehilangan tempat tinggal bukan hal yang mudah,” kata Endang.
Ia menilai kehadiran BPKP dan LAZ Harfa memberikan harapan baru bagi empat keluarga yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
“Namun, hari ini kita menjadi saksi bahwa di tengah ujian tersebut, Allah SWT mengirimkan pertolongan melalui tangan-tangan orang baik,” ujarnya.
Endang atas nama Pemerintah Desa Kalanganyar dan seluruh masyarakat juga menyampaikan terima kasih kepada BPKP dan LAZ Harfa atas kepedulian serta sinergi dalam membantu warga.
“Bantuan rumah semi permanen ini bukan sekadar bangunan fisik. Bagi penyintas kebakaran, ini adalah harapan baru, semangat baru, dan bukti nyata bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit setelah mengalami musibah kebakaran,” tuturnya.
Empat penerima manfaat bantuan rumah semi permanen tersebut, yakni Masrip, Hendi, Edi Supriyadi, dan Udi Samsudin, diharapkan dapat memanfaatkan dan merawat rumah yang telah diberikan.
Endang mengatakan rumah tersebut merupakan amanah yang harus dijaga dengan baik agar dapat memberikan kenyamanan dan menjadi tempat berlindung bagi keluarga.
“Kami ikut bersyukur dan berbahagia. Rumah ini adalah amanah dan berkah yang luar biasa. Semoga rumah baru ini membawa keberkahan, kenyamanan, serta menjadi tempat bernaung yang penuh kedamaian dan kehangatan bagi keluarga,” katanya.
Ia juga berharap bantuan tersebut dapat menjadi titik awal bagi para penyintas untuk kembali bangkit dan menata kehidupan setelah musibah kebakaran.
Pemerintah Desa Kalanganyar mengapresiasi sinergi antara BPKP dan LAZ Harfa dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak kebakaran.
Endang berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang mengalami musibah dan kehilangan tempat tinggal.
“Semoga kebaikan yang telah diberikan oleh BPKP dan LAZ Harfa dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda, serta kelancaran dalam setiap tugas dan program kemanusiaan ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.
“Sinergi seperti inilah yang sangat kita butuhkan untuk membangun masyarakat yang tangguh,” pungkas Endang.
Sementara itu, warga penerima bantuan rumah semi permanen menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan BPKP dan LAZ Harfa. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti bagi keluarga yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Salah satu penerima manfaat, Masrip, mengaku bersyukur karena kembali mendapatkan tempat tinggal setelah rumahnya terdampak kebakaran.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BPKP dan LAZ Harfa yang sudah membantu kami. Bantuan rumah ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga semua pihak yang telah membantu mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT.”
Hal senada disampaikan Hendi. Ia mengungkapkan bahwa bantuan rumah tersebut memberikan harapan baru bagi keluarganya setelah mengalami musibah.
“Kami tidak menyangka bisa mendapatkan bantuan rumah seperti ini. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu. Mudah-mudahan rumah ini bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman dan membawa berkah untuk keluarga kami.”
Keempat penerima manfaat berharap kepedulian dan bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi tempat tinggal baru, tetapi juga menjadi semangat untuk bangkit setelah menghadapi musibah kebakaran.
Bagi mereka, rumah semi permanen tersebut memiliki arti lebih dari sekadar bangunan. Rumah itu menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan harapan untuk kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dengan lebih baik.
Penyerahan rumah semi permanen tersebut menjadi harapan baru bagi empat keluarga terdampak kebakaran di Kampung Makui Tonggoh, Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, untuk kembali memiliki tempat tinggal dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. (ILA)
