MenaraToday.Com - Pandeglang :
Seorang perempuan asal Kabupaten Pandeglang, Banten, Sela Solihat (18), warga Kampung Babakan RT/RW. 003/007, Desa Kubang Kondang, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, Banten, diduga disekap oleh keluarga suaminya di wilayah Ononamolo II, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.
Sela yang diketahui beragama Islam disebut mengalami tekanan untuk berpindah agama. Pihak keluarga bahkan menerima informasi bahwa Sella akan dibawa ke gereja pada Minggu, 30 Agustus 2026, untuk menjalani prosesi baptis.
Dugaan penyekapan terhadap Sella mencuat setelah sebuah video berdurasi sekitar 48 detik beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, perempuan yang mengaku sebagai Sela Solihat menyampaikan permintaan pertolongan dengan suara lirih. Ia mengaku sedang disekap oleh pihak keluarga suaminya.
Sela juga meminta bantuan kepada berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, agar dirinya dapat segera dipulangkan ke kampung halaman di Pandeglang.
Dalam video itu, Sela menyampaikan kekhawatirannya karena disebut akan dibawa ke gereja untuk dibaptis.
Ketika dikonfirmasi, Kerabat Sela, Mawi, membenarkan bahwa perempuan dalam video tersebut adalah Sella Solihat.
Mawi mengatakan Sela menikah dengan seorang pria bernama Ebeni Susanto Waruwu (23) pada Juli 2026. Pernikahan tersebut disebut berlangsung di kediaman Sela di Pandeglang.
"Usia 18 tahun, menikah bulan Juli 2026. Kenalnya di Jakarta saat adik saya pulang kerja di toko," kata Mawi. Sabtu (29/8/2026).
Menurut Mawi, Sela dan Ebeni menikah secara Islam dan resmi. Setelah menikah, keduanya sempat tinggal di Jakarta.
Mawi menuturkan, Sela baru sekitar sepuluh hari berada di kampung halaman suaminya di Ononamolo II, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Utara.
Pihak keluarga kemudian mendapatkan kabar bahwa Sela diduga mendapat tekanan untuk masuk agama Kristen.
"Sela dibawa ke daerah suaminya di Ononamolo II baru sepuluh hari, dan kabar yang kami dapat setelah di sana langsung dipaksa masuk agama Kristen. Informasinya besok hari Minggu tanggal 30 Agustus mau dibawa ke gereja untuk dibaptis," ujar Mawi.
Keluarga Sela kini berharap pemerintah dan aparat terkait segera mengambil langkah untuk memastikan kondisi dan keselamatan perempuan berusia 18 tahun tersebut.
Mawi mengatakan keluarga berharap Sela dapat segera kembali ke Pandeglang dalam keadaan selamat.
"Harapan keluarga, segera dipulangkan ke kampung halaman dengan kondisi baik-baik saja," ujarnya.
Keluarga juga berharap Pemerintah Provinsi Banten maupun pihak berwenang di Sumatera Utara dapat membantu memastikan keberadaan serta kondisi Sela.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan penyekapan, pemaksaan pindah agama, dan rencana pembaptisan tersebut masih berdasarkan pengakuan Sela dalam video yang beredar serta keterangan dari pihak keluarga. (ILA)
