KSB Patia Galang Donasi Untuk Bangun Rumah Nenek Sanami Yang Nyaris Ambruk

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Patia membuka penggalangan donasi untuk membantu membangun kembali rumah Nenek Sanami (69), janda lansia warga Kampung Baitul Mu'min, Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang kondisinya sudah rusak parah dan nyaris ambruk.

Ketua KSB Kecamatan Patia, Sabda, menuturkan, Nenek Sanami yang hidup sebatang kara selama bertahun-tahun terpaksa bertahan hidup di rumah yang tidak layak huni. Bagian utama bangunan telah mengalami kerusakan, sejumlah dinding retak, kamar bagian depan ambruk, sementara struktur atap rumah juga disebut sudah rapuh.

"Suaminya meninggal, punya anak satu tapi tinggalnya jauh di Cirebon, jadi Nenek Sanami ini hidup sendirian dirumah," kata Sabda. Jumat (21/8/2026).

Kondisi tersebut membuat Nenek Sanami hanya dapat menggunakan bagian dapur sebagai tempat tinggal sekaligus tempat tidur.

Sabda mengatakan, pihaknya melihat langsung kondisi rumah Nenek Sanami saat melakukan kunjungan pada Minggu (16/8/2026).

"Bangunan tempat tinggal Nenek Sanami kini tergolong sangat tidak layak huni. Dinding bangunan retak-retak di berbagai sisi dan bagian kamar sudah ambruk sehingga tidak bisa ditempati. Sementara struktur atapnya juga sudah sangat rapuh dan berisiko roboh sewaktu-waktu," ujar Sabda.

Menurut Sabda, kondisi rumah tersebut sangat mengkhawatirkan, terutama ketika terjadi hujan deras maupun cuaca buruk.

"Yang kami khawatirkan terutama ketika cuaca buruk. Kondisi rumah seperti ini sangat membahayakan keselamatan penghuninya. Namun karena keterbatasan ekonomi, Nenek Sanami tidak mempunyai pilihan lain dan sementara ini tetap bertahan hidup serta tidur di bagian dapur rumah tersebut," katanya.

Melihat kondisi tersebut, KSB Kecamatan Patia berinisiatif membuka open donasi untuk pembangunan rumah Nenek Sanami.

Sabda mengatakan bantuan yang terkumpul nantinya akan diarahkan untuk pengadaan material bangunan yang dibutuhkan dalam proses pembangunan kembali rumah tersebut.

"Kami dari Kampung Siaga Bencana Kecamatan Patia berinisiatif mengambil tindakan dengan membuka open donasi. Bantuan yang terkumpul nantinya akan diserahkan kepada Nenek Sanami dalam bentuk material untuk membantu pembangunan kembali rumahnya," jelas Sabda.

KSB Patia berharap penggalangan donasi ini dapat menggerakkan masyarakat, para dermawan, komunitas, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi Ibu Sanami.

Bantuan tidak hanya diharapkan dalam bentuk uang, tetapi juga dapat berupa material bangunan, tenaga, maupun dukungan lain yang dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan rumah.

Sebelumnya, tim dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Pandeglang telah mengecek langsung kondisi rumah Nenek Sanami. 

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan data dan kelengkapan administrasi guna mengupayakan bantuan perbaikan rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Sebelum dilakukan pengecekan oleh Pemkab Pandeglang, Pemerintah Desa Cimoyan juga telah mengupayakan pengajuan bantuan perbaikan rumah. Salah satu kendala yang sempat dihadapi adalah kelengkapan dokumen kependudukan Nenek Sanami.

Sengan adanya upaya dari pemerintah dan penggalangan donasi dari KSB Patia, diharapkan perbaikan rumah Nenek Sanami dapat segera terealisasi.

Sabda mengajak masyarakat untuk ikut bergotong royong membantu Nenek Sanami. Menurutnya, kondisi rumah yang sudah rapuh membutuhkan penanganan secepatnya demi keselamatan penghuninya.

"Semoga dengan langkah ini rumah Nenek Sanami bisa segera dibangun kembali sehingga beliau dapat memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati," ungkapnya.

Ia menilai bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi Nenek Sanami.

"Atas dukungan dan kepedulian bersama, kami sangat berharap proses perbaikan rumah Nenek Sanami dapat segera terealisasi. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan tentu akan sangat berarti bagi beliau," tuturnya.

KSB Kecamatan Patia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para donatur yang telah memberikan bantuan untuk membantu Nenek Sanami.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang sudah memberikan sebagian rezekinya untuk membantu perbaikan rumah Nenek Sanami. Semoga apa yang diberikan dengan ikhlas menjadi amal sedekah yang berkah dan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT," pungkas Sabda.

Kondisi Nenek Sanami menjadi gambaran masih adanya warga yang membutuhkan hunian aman dan layak. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung justru berpotensi membahayakan keselamatannya karena sebagian bangunan telah ambruk dan struktur lainnya semakin rapuh.

Melalui kolaborasi pemerintah, masih kata Sabda, KSB Kecamatan Patia, masyarakat, dan para dermawan, pembangunan kembali rumah Nenek Sanami diharapkan dapat segera dilakukan.

"Bagi para dermawan yang mau menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu Nenek Sanami, bisa melalui nomor rekening BCA 4931095433 a/n Sabda," tandasnya.

Semangat gotong royong diharapkan dapat mewujudkan rumah yang lebih aman dan layak bagi Nenek Sanami sehingga lansia tersebut tidak lagi harus bertahan dan tidur di bagian dapur rumahnya..(ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama