Musim Durian Tiba, Petani di Pandeglang Sumringah

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Musim durian di Kabupaten Pandeglang, Banten, mulai tiba. Sejumlah petani durian mengaku sumringah karena hasil panen tahun ini dinilai lebih melimpah dibandingkan tahun sebelumnya. Mulainya musim panen durian lokal terlihat dari maraknya pedagang durian di kawasan Pasar Labuan, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sejak awal Agustus 2026, pedagang mulai memenuhi sepanjang jalan utama dan menarik minat warga untuk berburu durian lokal.

Meski harga durian di Pandeglang saat ini masih cukup mahal, antusiasme masyarakat untuk membeli buah musiman tersebut tetap tinggi 

Salah seorang pedagang durian, Adi (28), mengatakan panen durian Pandeglang 2026 cukup bagus. Menurutnya, kondisi cuaca kemarau saat proses pembuahan menjadi salah satu faktor yang mendukung hasil panen.

"Biasanya kalau cuacanya bagus kayak sekarang (kemarau), hasil buahnya juga bagus dan panennya melimpah," kata Adi, Kamis (13/8/2026).

Adi mengatakan harga durian pada awal musim panen memang cenderung tinggi. Tingginya permintaan masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual.

"Mahal, memang begitu biasanya kalau awal-awal masa panen karena permintaan banyak jadi berpengaruh juga ke harga jual," ujarnya.

Menurut Adi, kondisi harga juga dipengaruhi perubahan pola pemasaran petani durian. Sejak pandemi Covid-19, sejumlah petani disebut mulai menjual hasil panen secara langsung kepada konsumen melalui media sosial.

Kondisi tersebut membuat pedagang harus bersaing mendapatkan pasokan durian dari petani.

"Karena sejak Covid musim durian di Pandeglang menurun, dan banyak petani durian yang akhirnya menjual langsung ke pembeli lewat media sosial, sehingga sekarang kami para pedagang jadi kesulitan dapat barang karena mereka (petani) jualan juga dengan harga tinggi," ungkapnya.

Tingginya harga durian di pasar Labuan juga dikeluhkan pembeli. Shintawati (41) mengaku harga durian saat ini cukup mahal.

"Mahal banget! Yang kecil aja 100 tiga. Pokoknya kalau di pasar tuh kisaran harganya Rp40 ribu sampai Rp150 ribu, dan itu nggak jamin juga rasanya bagus," ucapnya.

Menurut Shintawati, persoalan lain yang dihadapi pembeli adalah kualitas rasa durian yang terkadang tidak sesuai dengan saat dicicipi sebelum dibeli.

Ia mengatakan pembeli biasanya meminta durian dibuka terlebih dahulu untuk memastikan rasa buah.

"Kan biasanya kalau beli di pasar, kita suka minta dicoba dulu manis atau nggak. Ketika nyoba manis, tapi kenapa pas sampai di rumah beda rasa?" jelasnya.

Sementara itu, salah satu petani durian asal Carita, Abah Sahri mengatakan hasil panen durian di Pandeglang tahun 2026 lebih melimpah dibandingkan musim sebelumnya.

Menurutnya, kondisi musim hujan pada tahun lalu membuat bunga durian banyak yang rontok akibat terkena angin dan hujan. Akibatnya, panen tidak berlangsung serentak dan hanya terjadi di sejumlah lokasi.

"Kalau tahun lalu musimnya nggak serentak karena penghujan, jadi banyak bunga durian itu pada rontok kena angin dan hujan. Panennya hanya di beberapa lokasi saja, itu pun tidak melimpah seperti sekarang," paparnya.

Ia menyebut kualitas rasa durian tahun ini juga cukup baik. Kondisi cuaca kemarau dinilai turut mendukung kualitas buah.

"Alhamdulillahnya secara rasa bagus semua, mungkin karena faktor cuaca juga," katanya.

Abah Sahri menambahkan, semakin banyak petani durian yang memilih menjual hasil panen langsung kepada konsumen. Selain perkembangan media sosial, pembeli juga banyak yang datang langsung ke petani.

Meski demikian, harga yang diberikan kepada konsumen dan pedagang berbeda karena jumlah pembelian tidak sama.

"Meski begitu, harga jual ke pembeli dengan ke pedagang tentu beda, karena kalau pembeli mereka hanya membeli beberapa butir saja, kalau pedagang kan partai besar," tandasnya.

Musim durian 2026 menjadi kabar baik bagi petani di Pandeglang. Hasil panen yang dinilai lebih melimpah membuat pasokan durian lokal meningkat. Namun, pada awal musim, masyarakat masih harus merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati durian khas Pandeglang.

Dengan semakin banyaknya petani yang memasarkan durian secara langsung, persaingan antara pedagang konvensional dan penjualan langsung melalui media sosial diperkirakan akan terus mewarnai musim durian di Pandeglang tahun ini. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama