MenaraToday.Com - Pandeglang :
Lima jurnalis yang hilang saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Kamis (10/9/2026) belum ditemukan. Memasuki hari ketiga pencarian, Tim SAR gabungan mengerahkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ untuk menyisir kawasan Gunung Anak Krakatau dan Perairan Selat Sunda.
Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang kru speedboat yang juga masih dalam pencarian. Kedelapan orang tersebut dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda.
Tim SAR gabungan sebelumnya telah melakukan penyisiran melalui jalur laut. Pada Kamis pagi, pencarian difokuskan di sisi selatan kawasan Gunung Anak Krakatau hingga radius sekitar 20 nautical mile dari titik tengah gunung.
Namun, hingga pencarian memasuki hari ketiga, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian.
Untuk memperluas jangkauan pencarian, Tim SAR gabungan mengerahkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604.
Helikopter tersebut berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada Kamis (10/9/2026) pukul 12.36 WIB. Pesawat membawa tujuh personel untuk mendukung operasi pencarian dari udara.
Tujuh personel tersebut yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pengerahan helikopter menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang belum ditemukan.
"Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604, berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB," kata Amrad di Posko SAR Carita, Kamis (10/9/2026).
Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian. Penyisiran dilakukan melalui jalur laut maupun udara dengan memperluas area operasi di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pengerahan helikopter diharapkan dapat membantu petugas menemukan petunjuk terkait keberadaan delapan orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda.
Hingga Kamis (10/9/2026), lima jurnalis dan tiga orang lainnya masih dalam pencarian. Operasi SAR gabungan masih terus dilakukan. (ILA)
