MenaraToday.Com - Pandeglang :
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang menyalurkan ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Jumat (18/9/2026), bertempat di Balai Benih Induk (BBI) Caringin, Labuan. Bantuan alsintan Pandeglang tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan produktivitas pertanian, terutama komoditas padi.
Kepala DPKP Kabupaten Pandeglang, Tanti Yulianti, S.P., M.M., meminta kelompok tani penerima bantuan menggunakan dan merawat alsintan dengan baik. Alat pertanian tersebut juga diharapkan dimanfaatkan secara bersama-sama oleh anggota kelompok.
Tanti menegaskan, bantuan alsintan dari pemerintah tidak boleh dipindahtangankan ataupun diperjualbelikan.
“Tidak boleh dipindahtangankan ke kelompok orang lain atau diperjualbelikan. Kalau ada, pasti akan ditindak dan diberikan pembinaan,” tegas Tanti.
Menurut Tanti, penyuluh pertanian akan memberikan pendampingan kepada kelompok tani penerima bantuan. Pendampingan meliputi penggunaan alat hingga manajemen pengelolaan alsintan.
Tanti mengatakan penyaluran alsintan untuk kelompok tani di Pandeglang merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong peningkatan produksi pertanian, khususnya padi.
Saat ini, produktivitas padi di Kabupaten Pandeglang berada di kisaran 5,8 ton per hektare. Pemerintah daerah menargetkan produktivitas tersebut dapat meningkat hingga sekitar 8 ton per hektare.
Untuk mencapai target tersebut, DPKP Pandeglang menerapkan sejumlah strategi. Di antaranya mendorong metode budidaya yang lebih intensif, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.
“Kalau kita ibaratkan, tanamannya itu dikeloni terus, dikasih makan yang banyak. Harapannya hasil produksinya juga banyak,” kata Tanti.
Selain meningkatkan metode budidaya, DPKP Pandeglang juga mendorong perbaikan jaringan irigasi untuk mendukung kebutuhan air lahan pertanian.
Untuk wilayah yang mengalami kekeringan tetapi masih memiliki sumber air, pemerintah mendorong program pompanisasi. Sementara lahan pertanian yang jauh dari sumber air akan diupayakan mendapatkan dukungan infrastruktur pengairan.
Langkah tersebut dilakukan agar lahan pertanian tetap dapat dimanfaatkan dan tidak mengalami penurunan produksi akibat keterbatasan air.
DPKP Pandeglang juga memberikan perhatian terhadap pembangunan jalan usaha tani. Infrastruktur tersebut diharapkan membuka akses menuju lahan pertanian yang selama ini sulit dijangkau.
Dengan dukungan alsintan, pengairan, dan infrastruktur pertanian, pemerintah daerah berharap produktivitas padi di Pandeglang dapat terus meningkat dari 5,8 ton menjadi sekitar 8 ton per hektare. (Ila)
