MenaraToday.Com - Pandeglang :
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Pandeglang, Banten, mencapai 63,92 persen, angka ini merupakan tertinggi di Provinsi Banten. Dari capaian tersebut sebanyak 18,92 persen hasil skrining kesehatan masyarakat didominasi penyakit anemia.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Ani Permata Sari Hakim, S.Kep., Ners., mengatakan hasil skrining menunjukkan masih tingginya temuan anemia di masyarakat.
“Dari skrining yang dilakukan, tren temuan masih didominasi oleh penyakit anemia merupakan temuan tertinggi,” kata Ani.
Menurut Ani, tujuan utama Program CKG adalah melakukan deteksi dini berbagai masalah kesehatan masyarakat, terutama PTM.
Deteksi dini diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih cepat sehingga upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat.
“Dengan deteksi seawal mungkin, kita dapat melakukan pencegahan dan penanganan sebelum penyakit menjadi parah,” ujarnya.
Selain deteksi dini, program CKG juga bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat agar warga semakin memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pencegahan penyakit.
Program Cek Kesehatan Gratis merupakan program nasional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menyasar masyarakat dalam seluruh siklus kehidupan.
Di Kabupaten Pandeglang, sasaran CKG mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah, usia produktif hingga lanjut usia.
Program ini diperuntukkan bagi seluruh masyarakat, baik yang telah memiliki BPJS Kesehatan maupun yang belum.
Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan kelompok usia. Pemeriksaan secara umum meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat.
Petugas juga melakukan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), berupa berat dan tinggi badan, untuk membantu mendeteksi obesitas maupun masalah pertumbuhan.
Khusus anak usia sekolah, pemeriksaan mencakup cek HB, status gizi, kesehatan gigi serta ketajaman indera.
Pada kelompok anak sekolah, temuan yang cukup banyak berkaitan dengan kesehatan gigi, terutama karies atau gigi berlubang. Petugas juga menemukan sejumlah catatan terkait status gizi anak.
Partisipasi masyarakat dalam CKG di Pandeglang terus meningkat. Berdasarkan evaluasi pekan sebelumnya, capaian program tersebut telah mencapai 63,92 persen.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menyebut capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten.
Lebih dari 886.078 warga Pandeglang telah mengakses layanan CKG secara reguler. Peningkatan cakupan tersebut salah satunya didorong strategi jemput bola yang dilakukan Dinkes Pandeglang dengan mendatangi desa-desa dan sekolah.
Untuk sektor pendidikan, program CKG menyasar lebih dari 100 ribu siswa di seluruh Kabupaten Pandeglang.
Dinkes Pandeglang menargetkan seluruh masyarakat memanfaatkan layanan CKG minimal satu kali dalam setahun. Bagi siswa, pemeriksaan ditargetkan dilakukan pada tahun ajaran baru.
“Target kami adalah Universal Health Coverage dalam hal deteksi dini, di mana 100 persen warga Pandeglang memanfaatkan fasilitas CKG ini minimal satu kali dalam setahun,” kata Ani.
Melalui pemeriksaan rutin, Dinkes berharap angka kesakitan atau morbiditas dapat ditekan. Program tersebut juga diharapkan dapat mencegah masyarakat datang ke rumah sakit ketika penyakit sudah berada pada tahap komplikasi.
Dalam pelaksanaan CKG, Dinkes Pandeglang masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah kesadaran sebagian masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Sebagian warga masih merasa dirinya sehat sehingga belum terdorong untuk datang ke fasilitas kesehatan.
Selain itu, kondisi geografis menjadi tantangan di sejumlah wilayah. Jarak menuju Puskesmas serta kesibukan warga yang bekerja di kantor, ladang maupun pasar pada jam pelayanan turut memengaruhi partisipasi.
Untuk meningkatkan cakupan, Dinkes Pandeglang menerapkan strategi jemput bola.
“Kami tidak hanya menunggu di Puskesmas, tapi turun langsung ke desa-desa, Posyandu, dan sekolah-sekolah,” ujar Ani.
Pelaksanaan CKG juga diintegrasikan dengan berbagai kegiatan masyarakat, seperti Bazar Murah di Kecamatan Cikedal, peringatan HUT Pandeglang, HUT RI, HUT Polri, HUT TNI, Peken Jasindo serta kegiatan tracing TB sekitar 200 titik sasaran.
Sosialisasi juga dilakukan melalui media massa dan perangkat desa. Menurut Ani, keberhasilan program CKG membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan kader kesehatan.
Pemerintah daerah dan Dinkes berperan dalam penyusunan kebijakan, penyediaan anggaran, penyiapan logistik seperti alat pemeriksaan darah dan reagen, serta monitoring pelayanan.
Puskesmas menjadi ujung tombak pelaksanaan pemeriksaan medis. Tenaga kesehatan melakukan skrining dan memberikan rujukan apabila ditemukan indikasi penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sementara kader Posyandu dan Posbindu berperan menggerakkan masyarakat di tingkat desa, termasuk menyosialisasikan jadwal pemeriksaan dan mengajak warga mengikuti CKG.
“Kami mohon dukungan dari semua pihak untuk terus membantu menyosialisasikan Program CKG ini agar warga Pandeglang semakin sehat dan produktif,” pungkas Ani. )(Ila)
