Gunung Anak Krakatau Level III, HNSI Pandeglang Imbau Nelayan Tak Mendekat Radius 3 Km

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berstatus Level III atau Siaga. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi nelayan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pandeglang mengimbau nelayan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.

Ketua HNSI Kabupaten Pandeglang, Dede Widarso, meminta nelayan yang tetap melakukan aktivitas melaut untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan.

“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer. Bagi nelayan yang sedang melakukan aktivitas, tetap waspada dan menjaga diri,” ujar Dede, Minggu (6/9/2026).

Dede mengatakan imbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung.

Nelayan Pandeglang juga diminta tidak memaksakan diri mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau serta terus mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas gunung api.

Menurut Dede, kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga mengharuskan nelayan lebih berhati-hati ketika menjalankan aktivitas di perairan Selat Sunda.

Ia berharap para nelayan dapat tetap mencari nafkah dengan memperhatikan batas aman dan perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.

“Harapan kita semuanya dalam keadaan baik-baik saja. Nelayan tetap melaut dengan hasil yang melimpah dan pulang dalam keadaan selamat,” katanya.

Imbauan untuk menjaga jarak 3 kilometer juga sejalan dengan rekomendasi Badan Geologi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat, wisatawan, pendaki, maupun pihak yang beraktivitas di sekitar gunung diminta tidak memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas GAK.

Pada Minggu (6/9/2026), Badan Geologi juga melaporkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Salah satu erupsi tercatat pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik dan amplitudo maksimum 46 milimeter.

Tak hanya nelayan, Dede juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Pandeglang agar meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat diminta berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar rumah, terutama apabila terjadi paparan abu vulkanik.

Dede mengimbau warga menggunakan masker dan kacamata ketika beraktivitas di luar ruangan sebagai langkah perlindungan terhadap abu vulkanik.

“Mari kita jaga kesehatan dan terus waspada. Mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi kita,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang sebelumnya juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Sementara itu, Kementerian ESDM memastikan status Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga) setelah aktivitas erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam. Aktivitas gunung api tersebut masih terus dipantau oleh PVMBG.

Dengan status Gunung Anak Krakatau yang masih Level III, nelayan di Kabupaten Pandeglang diharapkan mematuhi batas aman dan tidak mengambil risiko dengan mendekati kawasan kawah aktif.

Nelayan juga diminta memantau informasi resmi dari PVMBG, Badan Geologi, BPBD, serta instansi terkait sebelum melakukan aktivitas melaut.

Keselamatan menjadi prioritas. Nelayan diimbau tetap waspada, mematuhi radius aman 3 kilometer, dan segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama