MenaraToday.Com - Pandeglang :
Warga Kabupaten Pandeglang, Banten, dihebohkan dengan beredarnya video yang menyebut Gunung Anak Krakatau meletus dan menyebabkan banjir di pesisir pantai hingga wilayah Cisekeut, Kecamatan Panimbang.
Video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik tersebut beredar luas melalui media sosial dan grup WhatsApp pada Minggu (6/9/2026) malam. Dalam video itu, terlihat situasi yang digambarkan sebagai kepanikan warga di Kecamatan Sobang.
Seorang pria dalam rekaman tersebut menyampaikan adanya informasi mengenai Gunung Anak Krakatau meletus. Ia juga menyebut kondisi tersebut menyebabkan banjir di kawasan pesisir hingga Cisekeut, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
Pria tersebut bahkan meminta para pengikutnya di Facebook untuk ikut menyebarkan video tersebut agar informasi mengenai kondisi itu sampai kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Informasi tersebut membuat sebagian masyarakat Pandeglang resah. Dalam video yang viral itu juga disebutkan adanya warga di Kecamatan Sobang yang hendak mengungsi karena khawatir dengan kabar tersebut.
Namun, informasi mengenai kepanikan warga di Kecamatan Sobang tersebut dibantah oleh pihak kepolisian.
Ipda Arief Kustiadi, anggota Polsek Panimbang sekaligus Bhabinkamtibmas Desa Sobang, Kecamatan Sobang, menyatakan bahwa video yang beredar dan menimbulkan keresahan masyarakat tersebut merupakan hoaks.
Arief menegaskan bahwa kondisi warga di Kecamatan Sobang dalam keadaan normal dan baik-baik saja. Tidak ada situasi kepanikan seperti yang digambarkan dalam video viral tersebut.
"Video yang ramai beredar adalah hoaks. Kondisi warga di Kecamatan Sobang normal dan baik-baik saja," kata Arief.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi yang berkaitan dengan bencana alam. Masyarakat juga diminta tidak langsung menyebarluaskan video atau informasi yang belum diketahui kebenarannya karena dapat memicu kepanikan dan keresahan.
Untuk mendapatkan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi bencana, masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang.
Beredarnya video tersebut menjadi perhatian karena informasi mengenai bencana yang tidak benar dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial dan grup WhatsApp, sehingga berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat. (ILA)
