Hari Kelima Pencarian Arupadhatu I, Tim SAR Temukan Life Jacket Hingga Helm Di Selat Sunda

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Pencarian speedboat Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kelima, Sabtu (12/9/2026). Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan speedboat tersebut, yakni dua life jacket oranye, helm merah, dan satu jeriken minyak berwarna biru.

Meski menemukan sejumlah barang, Tim SAR belum menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang berada di dalam speedboat Arupadhatu I.

Operasi pencarian Arupadhatu I kini diperluas menjadi tujuh sektor. Sebanyak 14 unsur alat utama dikerahkan untuk menyisir wilayah pencarian, termasuk pemantauan melalui udara.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, temuan barang tersebut berada di sektor lima. Tim masih melakukan penyisiran untuk memastikan apakah barang-barang itu berkaitan dengan speedboat Arupadhatu I.

Selain menemukan sejumlah barang, Tim SAR gabungan juga mendeteksi sinyal ponsel salah satu penumpang Arupadhatu I di sekitar perairan Pulau Sebesi.

Menurut Al Amrad, data sinyal dari tujuh orang penumpang menunjukkan satu nomor ponsel sempat terdeteksi berada di sekitar perairan Pulau Sebesi. Lokasi tersebut kemudian menjadi salah satu fokus pencarian sejak hari kedua.

“Ya, berdasarkan data sinyal ponsel dari tujuh orang penumpang, ada satu nomor yang sempat terdeteksi berada di perairan Pulau Sebesi. Pengecekan ke lokasi tersebut sudah kami lakukan sejak hari kedua hingga hari ini,” kata Al Amrad saat menyampaikan hasil operasi pencarian hari kelima, Sabtu malam.

Tim SAR telah menyisir perairan sekitar Pulau Sebesi selama beberapa hari. Namun, hingga Sabtu malam, keberadaan para penumpang dan awak kapal Arupadhatu I belum diketahui.

Hasil evaluasi terhadap arah angin dan arus laut membuat tim SAR memperluas wilayah pencarian hingga perairan Bengkulu.

Sementara itu, dua unsur alat utama disiapkan untuk melakukan pemantauan kondisi pada malam hari dari sekitar Pulau Sebesi.

Cuaca menjadi salah satu kendala dalam pencarian. Kabut tebal menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga menyulitkan proses penyisiran, baik melalui jalur laut maupun udara.

Operasi pencarian Arupadhatu I akan kembali dilanjutkan dan diperluas pada Minggu pagi. Pencarian melibatkan Basarnas Banten, Jakarta, Lampung, dan Bengkulu, serta unsur TNI AL dan Polairud.

Tim SAR akan terus menyisir sejumlah sektor dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arah angin, dan arus laut untuk menemukan keberadaan para penumpang dan awak speedboat Arupadhatu I. (ILA) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama