MenaraToday.Com - Pandeglang :
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang terus menggencarkan penemuan dan penanganan kasus TBC di Pandeglang melalui skrining masyarakat yang mengalami gejala tuberkulosis (TBC).
Hingga minggu kedua September 2026, sebanyak 3.849 kasus TBC telah ditemukan dari target 5.422 kasus sepanjang tahun 2026. Capaian tersebut mencapai sekitar 71 persen dari target penemuan kasus TBC Kabupaten Pandeglang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pandeglang, Hj. Dian Handayani, SKM., M.AB., mengatakan strategi penemuan kasus TBC dilakukan dengan melakukan skrining terhadap masyarakat yang memiliki gejala TBC.
“Bila menemukan orang terduga TBC harus diperiksa dahaknya dan bila terdiagnosa TBC harus diobati sampai sembuh,” kata Dian. Selasa (22/9/2026).
Dian menjelaskan, Dinkes Pandeglang menargetkan penemuan 26.349 orang terduga TBC pada 2026.
Hingga minggu kedua September, sebanyak 22.923 orang terduga TBC telah ditemukan dan menjalani pemeriksaan dahak untuk memastikan diagnosis TBC.
Dari hasil penemuan tersebut, sebanyak 3.749 penderita TBC tercatat tersebar di 36 puskesmas di Kabupaten Pandeglang.
Sementara angka kesembuhan pasien TBC di Kabupaten Pandeglang saat ini mencapai 89 persen.
“Target penemuan kasus TBC nasional minimal 90 persen,” ujarnya.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga dinilai membantu Dinkes Pandeglang dalam memperluas jangkauan pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Dengan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan, warga yang memiliki gejala atau masuk kategori terduga TBC dapat lebih cepat ditemukan dan mendapatkan penanganan.
“Iya, dengan adanya CKG semakin banyak masyarakat yang terjangkau pemeriksaan kesehatan sehingga bila ada orang yang terduga TBC bisa cepat ditangani,” kata Dian.
Menurutnya, salah satu tantangan dalam penemuan kasus TBC adalah masih adanya masyarakat yang menutupi kondisi kesehatannya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Kesehatan menetapkan program tracing TBC menggunakan mobile rontgen yang diintegrasikan dengan kegiatan CKG.
Kabupaten Pandeglang mendapatkan sasaran sebanyak 297 titik dalam program tracing TBC menggunakan mobile rontgen. Setiap titik ditargetkan dapat menjangkau sekitar 100 orang. Program tersebut ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan, mulai Agustus hingga November 2026.
Melalui skrining, pemeriksaan dahak, tracing, serta penggunaan mobile rontgen, Dinkes Pandeglang berupaya mempercepat penemuan kasus TBC sehingga penderita dapat segera mendapatkan pengobatan.
Upaya tersebut diharapkan meningkatkan cakupan penemuan kasus TBC, pengobatan kasus TBC dan meningkatkan angka keberhasilan pengobatan TBC menuju Eliminasi TBC Tahun 2030. (Ila)
