MenaraToday.Com - Pandeglang :
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, masih berlangsung hingga Jumat (11/9/2026). Pihak sekolah mengaku masih menunggu instruksi pemerintah terkait perpanjangan PJJ atau kembalinya pembelajaran tatap muka.
Pelaksanaan PJJ dilakukan sebagai langkah penyesuaian kondisi di tengah situasi erupsi Gunung Anak Krakatau. Sekolah memanfaatkan berbagai sarana komunikasi untuk memastikan siswa tetap mendapatkan materi dan tugas pembelajaran selama berada di rumah.
Kepala SDN Caringin 2, Abdul Kohar, S.Ag., mengatakan pelaksanaan PJJ di sekolahnya berjalan sesuai prosedur. Wali kelas menjadi pihak yang berperan dalam menyampaikan materi, video pembelajaran, maupun tugas kepada siswa.
"Pelaksanaannya sesuai prosedur. Wali kelas menyampaikan pembelajaran melalui video dan pemberian tugas," kata Abdul.
Menurut Abdul, tidak semua siswa memiliki telepon seluler. Karena itu, sekolah menyediakan alternatif dengan memberikan tugas secara manual kepada siswa yang membutuhkan.
"Kami juga melayani siswa yang tidak memiliki HP. Tugas bisa diberikan secara manual dengan datang langsung ke sekolah," ujarnya.
Pemantauan pengerjaan tugas dilakukan melalui grup komunikasi masing-masing kelas. Siswa diminta mengirimkan hasil pekerjaan kepada wali kelas.
Abdul mengatakan sejauh ini pelaksanaan PJJ di SDN Caringin 2 berjalan lancar dan belum ada keluhan berarti dari orang tua siswa.
Sementara itu, Kepala SDN Labuan 5, Syarifudin, S.Pd., mengatakan PJJ diterapkan untuk seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Guru membuat materi dan soal, kemudian mengirimkannya melalui grup kelas. Siswa mengerjakan tugas tersebut dan mengirimkan kembali hasilnya kepada guru.
"Guru membuat soal, kemudian dikirim ke grup kelas. Anak-anak mengerjakan dan mengirimkannya kembali ke grup," jelas Syarifudin.
Namun, pelaksanaan PJJ di SDN Labuan 5 masih menghadapi kendala. Tidak seluruh siswa aktif mengerjakan tugas yang diberikan guru.
Syarifudin menilai pendampingan orang tua sangat penting agar siswa tetap mengikuti pembelajaran selama berada di rumah.
"Memang tidak semua anak mengerjakan. Karena itu, keluarga sangat diperlukan untuk mendampingi anak agar tetap belajar," ujarnya.
Hingga Jumat, pihak SDN Labuan 5 belum menerima informasi resmi terkait perpanjangan PJJ.
"Kami masih menunggu informasi dari pemerintah daerah," katanya.
Ditempat berbeda, Kepala SDN Cigondang 2, Eva Cholisoh, S.Pd., juga menyampaikan bahwa pelaksanaan PJJ di sekolahnya berjalan lancar.
SDN Cigondang 2 memiliki sekitar 367 siswa. Selama PJJ, materi pembelajaran tetap diberikan sesuai jadwal mata pelajaran.
"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Wali murid tidak ada keluhan. Mungkin karena sudah punya pengalaman saat Covid-19, jadi mereka sudah memahami cara mengerjakan tugas yang diberikan guru," kata Eva.
Sejumlah guru juga tetap berada di sekolah untuk memberikan pelayanan dan membantu siswa maupun orang tua yang mengalami kendala dalam mengikuti PJJ.
Eva mengatakan hingga saat ini belum menerima laporan terkait siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan.
"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada laporan. Anak-anak dilaporkan dalam keadaan sehat," ujarnya.
Terkait kegiatan belajar pada pekan berikutnya, sejumlah sekolah di Labuan masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah.
Eva mengatakan pihak sekolah siap menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan keputusan yang nantinya diberikan. Apabila siswa kembali belajar secara tatap muka, sekolah akan terlebih dahulu memastikan kondisi lingkungan dan ruang kelas bersih dari kemungkinan abu vulkanik.
"Sebelum belajar, kita bersih-bersih dulu. Abu vulkanik itu tidak selalu bisa terlihat, jadi lingkungan dan ruang kelas harus dipastikan bersih," tutur Eva.
Para kepala sekolah juga mengimbau orang tua agar tetap mendampingi anak selama PJJ berlangsung. Orang tua diharapkan membantu memastikan anak tetap belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan guru.
Pihak sekolah berharap kondisi segera kembali normal sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan secara tatap muka dengan aman. (ILA)
