MenaraToday.Com - Simalungun :
Yayasan SMA Swasta Tunas Harapan Yapethar meminta Polda Sumut untuk memeriksa oknum Candis wilayah 6 dan oknum Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Utara yang diduga terlibat membekukan Dan Operasional Sekolah (BOS) SMA Swasta Tunas Harapan Yapethar sehingga para guru tidak menerima gaji selama 15 bulan.
Ketua Yayasan Tunas Harapan Yapethar, Rudi Wendy Sitompul mengaku resah atas ketidakpastian status hukum yang melanda Yayasan Pendidikan milik keluarganya yang berada di Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini.
Menurut Rudi dampak dari tidak dicairkan atau dibekukannya dana BOS selama 15 bulan terakhir mengakibatkan. Pada guru yang mengajar disekolah tersebut belum menerima gaji.
"Yayasan ini telah berdiri sejak tahun 1983 yang menaungi tingkat SMP dan SMA, namun kini aktivitas operasionalnya terganggu dimana kita menduga ada oknum yang menghambat keluarnya izin operasional SMA Tunas Harapan Yapethar". jelas Rudi Sitompul.
Lebih lanjut Rudi menambahkan dalam hal ini terdapat kejanggalan dimana izin operasional SMP bisa dikeluarkan namun izin operasional SMA tidak kunjung dikeluarkan oleh Badan Perizinan Terpadu Provinsi Sumatera Utara.
"Kita telah memohon perpanjangan izin operasional, namun alasan pihak perizinan takut digugat, justru kata-kata ini menjadi tanda tanya ada apa pihak perizinan takut digugat, apakah mereka telah melakukan kesalahan terhadap masalah ini.? Padahal pihak Yayasan telah meminta penelitian terhadap permohonan secara obyektif. Yang kami sesalkan dalam hal ini mengapa Kacabdis wilayah 6 memerintahkan proses belajar SMA Tunas Harapan Yapethar harus tetap berjalan, sementara Kacabdis tidak bertanggung jawab mengeluarkan rekomendasi ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara" jelas Rudi.
Rudi juga menyebutkan dalam hal ini pihak Yayasan dan para guru sudah dirugikan okeh oknum-oknum nakal. Dari itu Pihak Yayasan meminta Candis Wilayah 6 untuk mengalihkan murid SMA dan guru ke sekolah lain.
"Kami meminta agar Candis wilayah 6 agar mengalihkan murid dan guru SMA ke sekolah lain, kasihan nasib mereka" ucap Rudi mengakhiri (NN)
