MenaraToday.Com - Malang :
SMP Negeri 2 Kepanjen, Kabupaten Malang, mendapat kunjungan penting dari Yayasan Swatantra Pangan Nusantara Jakarta dan Bupati Malang. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Panen Raya sebagai bentuk implementasi dari Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tertanggal Mei 2026 mengenai Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah.
Spanduk di lokasi acara juga memperlihatkan adanya agenda "Bupati Sambang Sekolah dan Kunjungan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara" di SMPN 2 Kepanjen. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, unsur TNI-Polri, perwakilan Bank Jatim, serta jajaran instansi terkait.
Bupati Malang, H. Sanusi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan kolaborasi bersama Yayasan Swatantra Pangan Nusantara dalam membangun kesadaran pangan sejak dini di lingkungan sekolah.
"Yayasan Swatantra Pangan Nusantara ini menginisiasi untuk menggerakkan ketahanan pangan berbasis sekolah, agar anak-anak mulai dari jenjang SMP bisa memiliki mindset untuk ikut berperan dan memanfaatkan lahan untuk kepentingan ketahanan pangan," tegas Bupati Malang saat ditemui di lokasi acara, Selasa (20/10/2026) siang.
Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kepanjen, Woro Sulistyo Yekti Prihatining Tyas, S.Pd., M.Pd mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian serta dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak terhadap program ketahanan pangan di sekolahnya.
"Hari ini kami mendapatkan kunjungan dari Yayasan Swatantra Pangan Nusantara Jakarta dalam rangka melaksanakan Panen Raya, yang merupakan implementasi dari Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang bulan Mei 2026 tentang Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah," ujarnya kepada awak media di sela acara.
Woro Sulistyo Yekti Prihatining Tyas, S.Pd., M.Pd menambahkan bahwa pihak sekolah sangat berharap program ini terus mendapat dukungan penuh agar sinergi antar-instansi dapat terus terjalin.
"Harapan kami, program ini bisa mendapatkan perhatian dari semua pihak sehingga kami dapat bersinergi. Mengingat sekolah kami menuju sekolah gratis, bantuan dalam bentuk tenaga, pemikiran, maupun bentuk lainnya sangat kami harapkan untuk mendukung ketahanan pangan ini," lanjutnya.
Lebih jauh, Woro menekankan pentingnya keterlibatan berkelanjutan agar proses pendidikan ketahanan pangan tidak berhenti pada tahap penanaman saja, melainkan mencakup pemeliharaan, panen, hingga penanganan pascapanen.
"Kami memohon dukungan untuk kelangsungan program sekolah ini, sehingga siswa tidak hanya melakukan pembibitan dan pemeliharaan, tetapi juga bisa sampai tahap panen dan penanganan pascapanen," pungkasnya.
Melalui kegiatan panen raya dan dukungan kolaboratif ini, SMPN 2 Kepanjen berharap dapat menjadi percontohan sekolah mandiri pangan yang mampu mengedukasi para siswa secara berkelanjutan. (Bonong)
