MenaraToday.Com - Pandeglang :
Petani di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian dan mewujudkan swasembada pangan. Namun, petani berharap pemerintah turut memperhatikan biaya transportasi hasil panen, ketersediaan pupuk bersubsidi, dan kebutuhan sarana pertanian.
Selain mendukung peningkatan produksi padi, petani di Kecamatan Sobang juga menyepakati biaya jasa pengolahan lahan dan upah buruh tani sebagai persiapan menghadapi musim tanam. Hal itu terungkap saat perayaan Sedekah Bumi di Kampung Kalapa Cagak, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Rabu (28/10/2026).
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang, Bambang Sugianto, mengatakan sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di wilayah yang menjadi sentra produksi padi.
Menurut Bambang, Provinsi Banten saat ini menempati peringkat kedelapan nasional sebagai produsen beras. Capaian tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui sinergi pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani.
“Banten secara nasional menjadi penyumbang produksi padi di peringkat kedelapan. Mudah-mudahan ini bisa kita jaga dan tingkatkan, sehingga ke depan kita bisa menjadi urutan ketujuh atau keenam nasional,” ujar Bambang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Kabupaten Pandeglang pada 2025 mencapai 552.983 ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut menunjukkan peran penting Pandeglang dalam mendukung produksi pangan di Provinsi Banten.
Bambang juga mengingatkan petani agar memperhatikan pendataan kebutuhan pupuk bersubsidi melalui sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)
Petani yang mengalami kendala dalam pendataan maupun akses pupuk diharapkan berkoordinasi dengan perangkat wilayah dan petugas pertanian setempat untuk mendapatkan pendampingan.
“Untuk masalah budidaya dan saran teknis pertanian, kami siap membantu. Kalau ada persoalan hama, petani juga bisa berkomunikasi dengan petugas kami di lapangan,” katanya.
Ia berharap petani menerapkan teknik budidaya yang tepat agar produktivitas lahan meningkat dan hasil panen mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Sementara itu, Zaenal Abidin, salah seorang petani di Kecamatan Sobang, menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan.
Namun, ia berharap pemerintah juga memperhatikan sarana transportasi untuk mengangkut hasil panen. Menurutnya, tingginya biaya angkut dapat mengurangi pendapatan petani, terutama ketika harga gabah mengalami penurunan saat musim panen.
“Kami mendukung keinginan pemerintah. Namun, kami juga meminta agar pemerintah membantu petani dalam hal sarana transportasi, sehingga ketika musim panen tiba, harga jual gabah tidak anjlok akibat tingginya biaya angkut,” ujar Zaenal.
Ia berharap adanya dukungan transportasi dapat membantu menekan biaya distribusi hasil pertanian sehingga pendapatan petani lebih terjaga.
Zaenal juga menekankan pentingnya penggunaan benih padi bersertifikat atau berkualitas serta penerapan sistem tanam jajar legowo sesuai arahan penyuluh pertanian.
Menurutnya, penggunaan benih berkualitas yang disertai teknik budidaya yang tepat dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan dan menghasilkan gabah yang lebih unggul.
Ia berharap Kecamatan Sobang terus berkontribusi dalam meningkatkan produksi padi Kabupaten Pandeglang sekaligus memperkuat posisi Provinsi Banten sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Dalam persiapan musim tanam, petani di Kecamatan Sobang menyepakati besaran biaya jasa pengolahan lahan dan upah buruh tani.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, biaya jasa traktor ditetapkan sebesar Rp1,5 juta per hektare. Sementara itu, biaya jasa traktor untuk lahan bekas penggunaan mesin pemanen kombinasi (combine harvester) disepakati sebesar Rp. 1,7 juta per hektare.
Adapun upah buruh tani ditetapkan sebesar Rp60.000 untuk setengah hari kerja. Kesepakatan tersebut menjadi acuan bagi petani dalam memperkirakan kebutuhan biaya pengolahan lahan sebelum memasuki musim tanam.
Petani berharap peningkatan produksi padi di Kecamatan Sobang dapat didukung ketersediaan pupuk bersubsidi, penggunaan benih berkualitas, pendampingan penyuluh, dan sarana transportasi hasil panen.
Dengan dukungan tersebut, upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Pandeglang diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. (Ila)
