PWNU Banten Gelar Bedah Buku Kepemimpinan Hasyim Asy’ari Pada HSN 2026, Tekankan Nilai Ilmu, Akhlak Dan Pengabdian

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten menggelar bedah buku Kepemimpinan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Huffadz Manbaul Qur’an (PHMQ), Sukahati, Desa Kalang Anyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (17/10/2026) malam. Kegiatan ini merupakan agenda kedua dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PWNU Banten.

Bedah buku kepemimpinan KH. Hasyim Asy’ari tersebut menghadirkan tiga pemateri, yakni Dr. Agus Ali Dzawafi, M.Fil.I., Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A., dan KH. Hamdan Suhaemi. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk menggali nilai-nilai kepemimpinan ulama, khususnya ilmu, akhlak, keikhlasan, amanah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu pemateri, Dr. Agus Ali Dzawafi, M.Fil.I., menjelaskan bahwa inti buku Kepemimpinan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari terletak pada pentingnya menjadikan ilmu, akhlak, keikhlasan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada umat sebagai landasan kepemimpinan.

Menurutnya, kepemimpinan dalam perspektif Islam tidak hanya berkaitan dengan jabatan atau kekuasaan, tetapi juga menyangkut amanah untuk membimbing masyarakat menuju kebaikan berdasarkan ajaran agama.

"Kepemimpinan bukan sekadar kekuasaan atau kedudukan, melainkan amanah untuk membimbing masyarakat menuju kebaikan berdasarkan ajaran Islam," jelas Agus.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masa kini, baik di lingkungan pesantren, organisasi kemasyarakatan, maupun lembaga pendidikan.

Pemateri lainnya, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A., menegaskan bahwa pesan utama kepemimpinan KH. Hasyim Asy’ari adalah pentingnya membangun karakter pemimpin yang berilmu, berakhlak mulia, ikhlas, amanah, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan yang baik harus diwujudkan melalui keteladanan, pendidikan, perjuangan, serta pengabdian kepada agama dan masyarakat.

"Seorang pemimpin harus teguh dalam memegang prinsip kebenaran, meskipun menghadapi tantangan. Keteguhan tersebut perlu disertai kebijaksanaan agar perjuangan tetap membawa manfaat bagi masyarakat," tandasnya.

Menurut Ishom, pemikiran kepemimpinan KH. Hasyim Asy’ari relevan diterapkan oleh pemimpin pesantren, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, hingga pemerintahan.

Nilai-nilai tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata diukur dari jabatan yang dimiliki, tetapi juga dari keteladanan, integritas, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Provinsi Banten sekaligus pengurus Pondok Pesantren Huffadz Manbaul Qur’an dan Ketua Panitia HSN PWNU Banten 2026, Sirojudin, ZA., mengatakan bahwa rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 diawali dengan ziarah ke makam Syekh Agung Asnawi Caringin pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ziarah dilaksanakan setelah salat Magrib hingga selesai. Selanjutnya, panitia menggelar bedah buku di kompleks Hadratussyekh Hasyim Asy’ari yang dikenal sebagai Saung Shoang.

“Ziarah Makam Syekh Agung Asnawi Caringin berlangsung ba'da shalat Magrib hingga selesai. Pada malam harinya dilanjut dengan bedah buku di kediaman atau kompleks Hadratussyekh Hasyim Asy’ari (Saung Shoang),” kata Sirojudin.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda PWNU Banten untuk memperingati Hari Santri Nasional melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Rangkaian Hari Santri Nasional 2026 PWNU Banten berlanjut pada Minggu (18/10/2026) dengan sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Panitia menjadwalkan kegiatan jalan santai mulai pukul 07.00 hingga 11.30 WIB. Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti layanan cek kesehatan gratis yang berlangsung pukul 08.00–13.00 WIB.

"Agenda selanjutnya adalah santunan anak yatim yang dijadwalkan pada pukul 13.00–15.00 WIB," tutup Siroj.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PWNU Banten berupaya menjadikan peringatan Hari Santri Nasional bukan hanya sebagai momentum mengenang perjuangan para ulama, tetapi juga sebagai sarana memperkuat tradisi keilmuan, membangun karakter kepemimpinan, dan meningkatkan kepedulian sosial.

Kegiatan bedah buku Kepemimpinan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari diharapkan dapat memperluas pemahaman santri dan masyarakat mengenai pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan ilmu, akhlak, keikhlasan, amanah, dan pengabdian demi kemaslahatan umat. (Ila) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama