MenaraToday.Com - Pandeglang :
Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Banten, mengaku tidak menerima laporan maupun pemberitahuan terkait kegiatan manasik haji yang diselenggarakan oleh TK Nurul Bahari sebelum rombongannya mengalami kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Saketi, pada Rabu (21/10/2026).
Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang, Dr. H. Sutoto, S.Pd., M.Si., menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan yang menimpa rombongan peserta kegiatan manasik haji tersebut. Ia berharap para korban segera pulih.
“Semoga para korban segera pulih,” kata Sutoto. Jumat (23/10/2026).
Saat ditanya mengenai pemberitahuan pelaksanaan kegiatan manasik haji kepada dinas terkait, Sutoto menegaskan bahwa Disdikpora Pandeglang tidak menerima laporan maupun pemberitahuan dari satuan pendidikan TK atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menggelar kegiatan tersebut.
“Tidak ada laporan ataupun pemberitahuan ke dinas terkait kegiatan manasik haji yang diselenggarakan oleh TK maupun PAUD,” tandasnya.
Sutoto juga menyatakan, pihaknya akan segera menerbitkan Surat edaran terkait urgenitas kegiatan manasik haji untuk TK/PAUD.
"Hari ini akan diterbitkan Surat edaran terkait pengaturan kegiatan pembelajaran manasik haji," tandasnya.
Keterangan Disdikpora Pandeglang tersebut menjadi perhatian menyusul kecelakaan lalu lintas yang menimpa rombongan TK Nurul Bahari saat mengikuti kegiatan manasik haji di wilayah Kecamatan Saketi.
Kegiatan pendidikan di luar sekolah yang melibatkan anak usia dini memerlukan persiapan yang matang, terutama terkait keselamatan transportasi, pengawasan peserta didik, serta koordinasi antara pihak sekolah dan orang tua.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya memastikan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan sekolah di luar lingkungan pendidikan, terlebih ketika melibatkan perjalanan rombongan anak-anak.
Sebelumnya diberitakan, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan minibus Elf pengangkut anak-anak peserta manasik haji, sepeda motor, dan bus terjadi di Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (21/10/2026).
Sebanyak lima penumpang minibus Elf dievakuasi ke Rumah Sakit Berkah Pandeglang untuk mendapatkan penanganan medis.
Kecelakaan Elf di Saketi Pandeglang tersebut diduga terjadi akibat rem blong saat kendaraan melintasi jalan menurun. Minibus kemudian menabrak sepeda motor dan bus yang berada di depannya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pandeglang, Ipda Fiat Justita, mengatakan bahwa dugaan rem blong tersebut berdasarkan informasi awal yang diterima petugas.
“Berdasarkan informasi awal, minibus Elf mengalami rem blong saat melintasi turunan di wilayah Saketi sehingga menabrak kendaraan roda dua dan bus di depannya,” jelas Ipda Fiat Justita.
Setelah menerima informasi kecelakaan, lanjutnya, personel Polres Pandeglang segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan membantu proses evakuasi korban.
"Sebanyak lima penumpang minibus Elf dibawa ke Rumah Sakit Berkah Pandeglang guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Kecelakaan tersebut melibatkan tiga jenis kendaraan, yakni minibus Elf, sepeda motor, dan bus. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," ujarnya. (Ila)
