Menaratoday.com-Padangsidimpuan
Menanggapi kondisi jembatan penghubung Gang Raya dan Kampung Melayu yang dikhawatirkan membahayakan anak-anak sekolah dasar (SD), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padangsidimpuan, H. Rahmat Marzuki Nasution, S.H., M.H., CGCAE, menyatakan akan segera mengoordinasikan persoalan tersebut dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Hal itu disampaikan Sekda saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp pribadinya terkait kondisi jembatan yang setiap hari menjadi akses anak-anak berangkat dan pulang sekolah.
"Kita segera koordinasikan dengan OPD teknis bang," jawab Sekda.
Respons tersebut menjadi perhatian masyarakat yang selama ini mengharapkan adanya penanganan terhadap kondisi jembatan yang dinilai memprihatinkan.
Warga berharap koordinasi yang disampaikan Sekda tidak berhenti sebatas komunikasi, tetapi segera ditindaklanjuti dengan peninjauan langsung dan langkah perbaikan sesuai hasil pemeriksaan teknis.
Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat. Keselamatan anak-anak sekolah yang setiap hari melintasinya menjadi alasan mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah konkret.
Sebelumnya diberitakan Kondisi jembatan penghubung Gang Raya dan Kampung Melayu, Kota Padangsidimpuan, kian mengkhawatirkan. Jembatan yang menjadi akses vital masyarakat tersebut dilaporkan mengalami kerusakan dan dinilai rawan ambruk.
Ironisnya, jembatan itu setiap hari harus dilalui anak-anak sekolah dasar (SD) untuk berangkat maupun pulang sekolah. Hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya realisasi perbaikan, meskipun kondisi jembatan tersebut disebut telah beberapa kali ditinjau langsung oleh anggota DPRD Kota Padangsidimpuan.
"Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Sudah beberapa kali dilihat langsung oleh anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, namun sampai sekarang belum ada realisasinya," ujar salah seorang warga.
Di tempat terpisah, Kepala Lingkungan Gang Raya, Saiful Siregar, saat diwawancarai mengatakan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, meskipun kondisinya sudah masuk kategori darurat dan menimbulkan kekhawatiran, warga, khususnya anak-anak sekolah dasar, terpaksa tetap melintasinya karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju sekolah.
"Harapan kita secepatnya diperbaiki karena kondisinya sudah sangat rawan. Terkadang kita khawatir melihat anak-anak sekolah saat melintasi jembatan itu," katanya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius yang membutuhkan respons cepat Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui instansi terkait.
Jangan sampai kerusakan yang telah lama dikeluhkan masyarakat baru mendapat perhatian setelah terjadi insiden yang mengancam keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah.
Warga berharap Pemko Padangsidimpuan segera turun ke lapangan, melakukan pemeriksaan teknis, serta merealisasikan perbaikan sebelum jembatan tersebut benar-benar ambruk dan menimbulkan korban.(Ucok Siregar)
