MenaraToday.Com - Pandeglang :
Sebanyak 83 pelari dari berbagai daerah siap mengikuti kompetisi Open Trail Running 2026 yang digelar komunitas Badak Gunung di kawasan Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Ajang lari lintas alam tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (7/11/2026), dengan titik kegiatan berpusat di Basecamp Villa Emas Gunung Pulosari.
Antusiasme peserta terbilang tinggi. Para pelari berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Kota Cilegon, Kabupaten Serang, hingga Kabupaten Pandeglang.
Dalam kompetisi ini, peserta akan menghadapi jalur menantang dengan panorama alam yang asri, mulai dari Basecamp Villa Emas hingga menuju Puncak Gunung Pulosari.
Kesiapan penyelenggaraan kegiatan tersebut ditinjau oleh Camat Pulosari Juhanas Waluyo, S.S.TP., M.Si., pada Kamis (5/11/2026). Panitia telah menyiapkan sejumlah ketentuan untuk memastikan perlombaan berjalan tertib dan mengutamakan keselamatan peserta.
Mayoritas peserta berusia 20 tahun ke atas. Sementara peserta di bawah umur diwajibkan mendapatkan pendampingan orang tua selama mengikuti kegiatan.
Untuk menjaga standar keselamatan dan kredibilitas kompetisi, panitia menetapkan batas waktu maksimal atau cut off time (COT) selama enam jam.
Peserta yang melewati batas waktu tersebut akan dinyatakan Did Not Finish (DNF) atau tidak menyelesaikan perlombaan dan tidak berhak memperoleh medali finisher.
Selain itu, seluruh peserta diwajibkan menggunakan perlengkapan standar lari gunung, seperti sepatu khusus trail, pakaian olahraga yang sesuai, serta memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan prima sesuai ketentuan panitia.
Camat Pulosari Camat Pulosari Juhanas Waluyo, S.S.TP., M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Open Trail Running 2026 yang diinisiasi komunitas Badak Gunung.
"Kami sangat mendukung penuh kegiatan Open Trail Running ini. Kami berharap pelaksanaan acara dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan tetap mengutamakan keselamatan para pelari," ujar Juhanas.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi salah satu upaya positif untuk mengembangkan potensi sport tourism atau wisata olahraga di Kabupaten Pandeglang, khususnya kawasan Gunung Pulosari.
"Selain menjadi wadah bagi para pecinta olahraga lari lintas alam, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkenalkan keindahan alam Gunung Pulosari kepada masyarakat luas," kata Camat.
Ia juga meminta panitia memperkuat koordinasi dengan tenaga kesehatan (nakes) setempat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan maupun gangguan kesehatan selama perlombaan.
Ia berharap tim medis dapat disiagakan untuk memberikan pengawalan dan pendampingan kesehatan di sepanjang jalur perlombaan.
"Dengan melibatkan puluhan pelari dari berbagai daerah, Open Trail Running 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempromosikan Gunung Pulosari sebagai destinasi wisata alam dan olahraga petualangan unggulan di Kabupaten Pandeglang, Banten," tandasnya. (Ila)
