Tak Terima Ibunya Di Perlakukan Kasar, Dua Warga Sampean Nekad Bunuh Ayah Kandung


MenaraToday.com - Tapsel :

Satreskrim Polres Tapsel  akhirnya berhasil mengamankan TWH (21) dan FA (16) warga Desa Sampean, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, keduanya diringkus terkait kasus pembunuhan terhadap Suhat (56) warga Desa Sosopan Julu, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Palas, Selasa (26/2/2019)  sekitar pukul 3.00 wib, di lingkungan Kayu Ombun, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, atas dasar laporan Polisi LP/06/II/2019/SU/TAPSEL/TPS SOSOPAN. 


Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib. SIK. MH dalam Press Releasenya di Mapolres Tapsel, Selasa (26/2/2019) memaparkan kronologi pembunuhan itu berawal pada hari Minggu (24/2/2019) disaat si korban datang ke rumah istrinya di Desa Sampean yang merupakan ibu kedua pelaku. Sesampainya di rumah istrinya Korban langsung memarahi TWH dan FA, Korban juga mengancam keduanya yang merupakan anaknya sendiri, dikarenakan sebelumnya korban kehilangan uang dan menuduh kedua pelaku yang mengambil uangnya, setelah itu terjadi pertengkaran antara Korban dan Istrinya 

"Merasa sakit hati karna ibunya kerap di perlakukan kasar oleh sikorban, Sekitar Pukul 22.00 Wib Korban pulang ke Sosopan yang diikuti oleh kedua pelaku yang sebelumnya telah menyiapkan Parang dan Alu, ditengah perjalanan, tersangka TWH memanggil Korban sehingga mereka berangkat bersama ke kebun, Sesampainya di TKP, TWH langsung memukul kepala korban hingga korban terjatuh,  kemudia FA memukul korban beberapa kali sehingga korban meninggal di TKP" papar Kapolres 

Lebih lanjut perwira menegah ini menambahkan selain kedua pelaku turut  diamankan barang bukti 1 batang Alu yang telah dipotong dua, 1 jaket warna Biru, 1 pasang sepatu karet warna abu-abu,
1 potong celana panjang warna coklat dan 1 unit handphone Nokia warna biru lis orange.

"Atas perbuatan kedua tersangka akan kita kenakan pasal 340 KUHP  atau pasal 44 ayat 3 UU RI NO. 23 tahun 2004 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup,"tutup Kapolres.

Sementara TWH dan FA saat di wawancarai awak media mengaku melakukan itu akibat trauma karena kerap di ancam di bunuh oleh si korban.

"Dulu dia pernah membunuh adeknya dengan cara di benamkan ke air, namun saya di ancam bila memberitahukan akan dibunuh juga, yang kemudian waktu itu kematian adeknya di bilang akibat hanyut dan perlakuan nya yang kerap memukuli ibu, hal itu lah yang membuat kami nekad menghabisinya, "ujar TWH (ucok siregar) 



Ket Fhoto
Kapolres Tapsel AKBP Irwa zaini Adib. SIK di dampingi oleh Kasatreskrim AKP Antonius Alexander, KBO Reskrim IPDA Mulyadi dan Kasubbag Humas IPTU Alpian Sitepu
Lebih baru Lebih lama