Janda Penderita ODGJ Bersama Anaknya Di Berikan Tinggal Di Rumah Kosong


MenaraToday.Com - Cianjur :

Anah (31), warga asal Kampung Cicadas, RT 01/03, Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat mengalami penyakit kejiwaan sudah hampir 3 tahun.

Tak jarang Anah membuat warga resah, manakala penyakit yang di deritanya tiba-tiba kambuh. Dan sebagai sasarannya adalah barang milik orang lain dirusaknya.

Khawatir ada hal yang tidak diinginkan, warga bersama ketua RT setempat, menempatkan Anah dirumah yang tidak ada berpenghuni, alias kosong. Pengasingan tersebut hingga saat ini sudah hampir 5 bulan bersama anaknya yang berusia 15 bulan.

Kapada awak media, Senin (22/7/2019), salah seorang warga, Asep Lukman, mengatakan, yang bersangkutan selama menderita ODGJ terlantar tinggal dimana saja dengan membawa anaknya yang masih kecil kami dan pak RT berunding, alhasil menempatkan Anah di rumah kosong milik salah seorang warga.

"Sebelumnya Anah pernah pergi kehutan membawa anaknya yang masih kecil.  Menginap di gubuk warga yang ada di hutan itu. Namun anak yang dibawanya sering menangis hampir tiap malam, akhirnya kami menempatkannya di rumah kosong milik warga," katanya.

Asep berharap, atas nama warga Cicadas, RT 01/02, mudahan-mudahan pihak pemerintah atau dermawan ada yang peduli untuk membantu Anah yang menderita penyakit ODGJ itu.

"Kasihan anak yang dibawanya, tidak ada yang merawat seperti anak-anak pada umumnya, karena ibunya menderita gangguan jiwa, sehingga anaknya terlantar tidak terurus. Padahal anaknya itu normal (sehat) seperti anak-anak pada umumnya," tegasnya.

Sementara ketua RT. 01 Tahyana (45), membenarkan, bahwa Anah menderita gangguan jiwa sudah hampir 3 tahun.

"Saya bersama warga Kampung Cicadas, berinisiatif langsung menempatkan Abah di rumah kosong, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Karena penyakit yang dideritanya terkadang mendadak kambuh dan pelampiasannya merusak barang milik orang lain. Mirisnya lagi Anah ini, masih mempunyai anak kecil yang suka dibawanya. Pernah mau diambil Abah malah marah-marah," jelasnya.

Tahyana memaparkan, pihaknya (ketua RT dan warga), sudah berkoordinasi dengan keluarganya supaya bisa diajukan untuk diobati dan anaknya dititipkan ke yayasan.

"Keluarga Anah ini memang tidak mampu. Untuk makan sehari-harinya pun, kami bersama warga membantunya. Mengenai kartu BPJS sudah diajukan dan alhamdulillah sudah ada, sehingga kalaupun mau dibawa ke RSJ kartu jaminan kesehatannya (BPJS) sudah ada," terangnya.

Besar harapan kami, Abah bisa segera sembuh seperti sedia kala.

"Ya, mudah-mudahan ada yang pihak yayasan yang mau mengobatinya, sebab kasihan melihatnya," Harapnya. (SN).
Lebih baru Lebih lama