MenaraToday.Com - Malang :
Budaya berkumpul di warung kopi tak cuma ada di Caffe kota besar. Dirjen Otoda Mendagri bersama Forkopimda Kabupaten Malang pun punya tradisi serupa.
Hal itu pun diketahui menaratoday.com saat mereka berkunjung ke Bromo untuk mengenal lebih dekat Desa Taji yang kini mulai populer seiring berkembang sebagai desa wisata, pada Minggu (27/10/2019).
Kebetulan, lokasi yang dituju tak jauh dari warung kopi yang berlokasi persis di Jabung. Gambaran peluang besar untuk Kabupaten Malang membawa daya tarik tersendiri.
Untuk itu perlu cara jitu dan mekanisme yang lebih simpel untuk menyiapkan wilayah Kabupaten Malang .Banyak ide ide cemerlang dan pemikiran cerdas yg di sampaikan kepada Pak Dirjen Otoda dari Ketua DPRD terkait pemecahan masalah seperti tentang pemanfaatan tanah dengan Perhutani, masalah Desa termasuk KEK.
Menangapi hal tersebut Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Drs. Akmal Malik, Msi sesaat Ngopi didesa Taji Kecamatan Jabung bersama Forkopimda serta tidak ketinggalan Drs. Didik Gatot Subroto, SH, MH turut dalam acara ngopi.
"Membahas Institusi dan solusi salah satunya dengan Ngopi bersama dan pemecahan masalah mungkin juga bisa ketemu di event non formal semacam ini," ungkap Dirjen Otoda, Minggu (27/10/2019).
Wilayah yang besar seperti Kabupaten Malang wajar bila memiliki potensi besar atas potensi masyarakat dan berimbas terhadap komunikasi dengan berbagai argumentasinya. Tetapi Menurutnya salah satu cara mudah menyatukan visi pembangunan adalah bertemu di event - event yang non formal seperti saat ini dengan olahraga trail diikuti ngopi duduk bersama ada Ketua DPRD dan Bupati serta lembaga lainnya.
"Keunikan di Pemkab Malang adalah semua pejabatnya kompak dan mudah duduk satu meja terlebih tidak harus dimeja formal", tambahnya.
Disaat yang sama Ketua DPRD Kabupaten Malang yang juga Ketua DPC PDI Kabupaten Malang mejelaskan bahwa kunjungan kerja Dirjen Otoda di Daerah khususnya saat ini dikemas dengan "Ngetril dan Ngopi" sangat dignifikan dan mengena sasaran.
Dengan olahraga bareng mengelilingi akses Gunung Bromo dari pintu masuk Kabupaten Malang, Pasuruan serta Probolingo diharapkan semakin membantu pemerintah pusat mengetahui secara langsung wilayah daerah.
"Dari kunjungan dinas pemerintah pusat seperti ini akhirnya banyak langkah nyata yang bisa segera dilaksanakan. Salah satunya ketika Pak Dirjen menikmati Kopi Babinsa di desa taji Kecamatan Jabung", Ujar Ketua Dewan.
Harapannya meminta eksekutif segera menindaklanjuti hasil pembicaraan informal tersebut dengan tindakan riil disegerakan.
"Saya sebagai Ketua DPRD siap melakukan fasilitasi agar pemerintah pusat segera turun tangan dalam hal yg telah di hasilkan dalam kongkow di beberapa titik peristirahatan acara adventure bareng.propimpda dan dirjen pp otoda tersebut," ujar Ketua DPRD.
"Bukan hanya ngopi Dirjen Otoda akan turut memfasilitasi peningkatan pengutan promosi produk desa taji menjadi produk paten seperti produk teh kopi taji", ungkapnya.
Dirjen Otoda menurut Ketua DPRD tersebut selain akan mendongkrak promosi juga akan memfasilitasi berbagai masalah yang ada di Kabupaten Malang. Seperti masalah seputar pertanahan seperti masalah yang sering muncul dalam pemanfaatan lahan Perhutani, juga beberapa masalah lainnya yang memungkinkan harus pemerintah ikut turun tangan untuk percepatan pembangunan seperti program pariwisata nasional terlebih KEK.
Hadir ikut dalam menyambut rombongan Dirjen Otoda saat Ngetril Ngopi tampak Kapolres Malang, Dandim 0818 juga Pimpinan OPD hingga jajaran ke bawah. (Tim)
