MenaraToday.Com - Tapsel :
Asisten I Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) Zein Harahap menunjukkan sikap arogansi dengan melontarkan kata-kata "Goblok" dan ancam akan hajar puluhan massa bila berani melakukan aksi unjuk rasa diluar tempat aspirasi yang ditentukan oleh Pemkab Tapanuli Selatan.Selasa (18/2/2020)
Insiden tersebut terjadi saat ianya menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang menamakan diri DPP Gerakan Mahasiswa Tapanuli Selatan (DPP GEMA TAPSEL) yang mendesak Inspektorat untuk mengaudit penggunaan anggaran Sekwan Kabupaten Tapanuli Selatan yang diduga mark-up dan tidak tepat sasaran, namun puluhan massa ini dihadang Sapol PP di tempat penyampaian aspirasi yang lokasinya jauh dari perkantoran
Merasa tidak puas, kemudian Alfan Lubis koordinator aksi mempertanyakan dasar hukum Pemkab Tapsel membuat keputusan tersebut yang dianggap sangat bertentangan dengan UU No 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat. Adu argumen antara massa yang melakukan aksi dan Zein Harahap (asisten I Pemkab Tapsel) semakin memanas karna Zein ngotot bahwa keputusan tersebut sudah sesuai peraturan
"Ini rumah kami dan sudah keputusan kami membuat peraturan demo itu harus disini,cobalah kalian kesana biar dihajar kalian,"ucapnya yang membuat emosi massa terpancing dan hampir terjadi pergesekan
Sementara itu Kabag Umum Sekratariat DPRD Tapsel Arwan Siregar yang mewakili Sekwan tidak bisa memberikan jawaban atas tuntutan massa, Padahal salah satu tuntutan tersebut pengelola anggarannya adalah dirinya sendiri.
"Saya tidak bisa menjawab apa yang rekan-rekan suarakan tetapi nanti akan saya sampaikan langsung kepada pimpinan saya,"katanya
Pantauan MenaraToday.com sebelum membubarkan diri, puluhan massa yang dibawah pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Resor Tapanuli selatan ini berjanji akan datang kembali dengan massa yang lebih banyak lagi sampai tuntutan nya direalisasi (Ucok siregar)

