Polres Batu Bara Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Di Galian C

Dilihat 0 kali
Selasa, 11 Februari 2020 / 23:14

MenaraToday.Com - Batubara :

Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis, SH, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata dan Kapolsek Indrapura AKP Mitha Natasya, SIK menggelar Pers Release dihalaman Gedung Satreskrim Polres Batu Bara, pada hari Senin (10/2/2020), sekitar jam 15.00 wib. Terkait pengungkapan kasus pembunuhan di Tangkahan Pasir Dusun Cinta Maju, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, pada hari Senin (03/02/2020) kemarin.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres mengatakan Timnya telah berhasil menangkap keempat pelaku dalam kasus pembunuhan ini.

"Jadi kemarin diantara mereka ini ada yang kabur, tapi saat ini sudah berhasil kita tangkap," ujarnya.

Ia juga menjelaskan, keempat pelaku yang berhasil diamankan yaitu Markus Sudirman Situmorang (31), Guston Gultom (43), Pulo Pranata Sihombing (21), warga Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Batu Bara, serta Japitar Gultom (22) warga Desa Cinta Damai, Kecamatan Air Putih, Batu Bara.

"Pelaku utamanya Markus Situmorang. Jadi dialah yang menggorok leher korban sebanyak 2 kali. Sedangkan Guston Gultom dialah yang menghasut atau memprovokasi, kalau si Japittar Gultom ini dialah yang memulai perkelahian dia yang pertama sekali mendorong badan korban dan si Pulo Pranata Sihombing dia hanya ikut-ikutan saja," ujarnya.

Selanjutnya saat diwawancarai oleh Wartawan, Markus Sudirman Situmorang mengaku sebelum terjadinya pembunuhan, dirinya dengan korban Darwin Sitorus sempat ribut disalah satu warung tuak. Dimana saat itu ia mengaku disiram tuak dan diancam akan dibunuh dengan menggunakan obeng.

"Sudah beberapa kali aku diancam mau dibunuh. Waktu di warung tuak, aku disiram tuak dan bagian wajahku dilukai dengan menggunakan obeng," ujarnya.

Alhasil dari perbuatannya tersebut keempat pelaku disangkakan Pasal 340 Subs 338, lebih Subs 170 ayat 2 ke 3e jo pasal 55 ayat 1 dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman 12 tahun, sedangkan pelaku utama diancam hukuman mati atau hukuman seumur hidup. (Dwi)
Komentar Anda

Terkini