MenaraToday.Com – Serang :
Guna membahasan rencana tata ruang kota Serang tahun 2020 – 2024,
Pemerintah Kota Serang melakukan Rapat Kerja yang diadakan di Kota Bogor, Jawa
Barat tepatnya di Hotel Ammarossa Jalan Ofista Beranang, Kamis (2/7/2020)
sesuai dengan surat undangan yang diberikan kepada OPD yang ditandatangani Wali
Kota Serang Syarifuddin S.Sos. M.Si
Wali Kota Serang saat dikonfirmasi MenaraToday.Com melalui Kabag Hukum Kota
Serang, Subagyo menyebutkan bahwa benar ada agenda rapat yang dilaksanakan di
Kota Bogor dengan diikuti oleh 11 OPD dan telah mendapatkan persetujuan
substansi.
“Benar, kegiatan ini diiukti 11 OPD yang telah mendapatkan persetujuan
substansi terhadap Rapenda RT/RW yang telah keluar dari Kementerian ATR melalui
hasil rapat lintas sektoral dengan beberapa Kementerian terkait dengan beberapa
catatan perbaiikan yang harus ditandaklanjuti oleh OPD terkait adanya bahan
yang telah diberikan ke OPD masing-masing dan semua tinggal dilakukan
pembahasan” ujar Subagyo saat dikonfirmasi melalui hubungan WhatsApp.
Saat dimintai keterangannya tentang PSBB Kota Bogor dan masih rawannya
penularan Covid 19, Subagyo menjelaskan bahwa Bogor masih zona orange dan
perhari ini Bogor sudah menjalankan transisi New Normal dan menjalani rapat
dengan aturan protokol kesehatan.
Saat ditanya tentang anggaran rapat tersebut, Subagyo menjawab anggarannya
sudah dilakukan refokusing dan sudah dilakukan di beberapa peubahan.
“Saat ini sudh masuk keanggaran ke 4 perubahan. Kita juga menyesuaikan
dengan edaran Kemenpan No. 58 tahun 2020 tentang sistem kerja ASN dalam tatanan
New Normal” ujarnya.
Dilain tempat, Koordinator LSM Geram Kota Serang, Rahmat menyebutkan Pemkot
Serang kurang efektif dan efisien terhadap rapat yang melibatkan beberapa
Kepala OPD yang dilakukan di luar Kota Serang.
“Saya menilai bahwa rapat yang diadakan di Bogor sangat tidak efisien dan
terkesan pemborosan anggaran dan mengapa harus ke Bogor padahal kan bisa
dilakukan di Provinsi Banten. Padahal Bogor saat ini dalam zona merah dan
sangat riskan walaupun memakai APD namun dikhawatirkan tetap berdampaik
terhadap penyebaran Covid 19” ujarnya. (Agus)
