-->
Call Center0821-6669-1169
Admin IT0821-6787-4402

Terkait Tudingan Penipuan Pemulangan Pekerja Migran Dari Malaysia, Ini Klarifikasi Dari Bupati Asahan

Keterangan Gambar : Para Pekerja Migran asal Kabupaten Asahan yang telah di pulangka ke Asahan (Foto : Release) 


MenaraToday.Com – Asahan :

Bupati Asahan H. Surya, B.Sc melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos., M.Si berikan klarifikasi terkait pemberitaan di beberapa media yang berisi tudingan terhadap Bupati Asahan yang dianggap telah “menipu” beberapa pengurus pemulangan Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia.

Keterangan gambar : Kadiskominfo Asahan, Rahmat Hidayat Siregar (Foto : Release)

Dalam keterangan resminya, Rabu (29/7/2020), Rahmat Hidayat menyampaikan bahwa sesuai dengan Surat Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan No. PRINT.2708/II-DTK/V/2020 tanggal 5 Juni Tahun 2020 memang benar telah menugaskan Indra Bakti, Syarifah Ramona Sagala dan Muhammad Supriadi yang berdomisili sementara di Negara Malaysia untuk mengkoordinir, menghimpun dan mengumpulkan berkas identitas diri Pekerja Migran warga Asahan yang akan mengikuti program pemulangan dari Negara Malaysia.

Data mentah yang diperoleh dari ketiga orang tersebut lalu diserahkan kepada Disnaker Kabupaten Asahan. Dari hasil validasi diperoleh data jumlah pekerja migran yang akan dipulangkan, dan Disnaker Kabupaten Asahan selanjutnya menyerahkan data tersebut kepada Diaspora Network Chapter Indonesia yang berada di Malaysia untuk diproses pemulangannya. Selanjutnya dari hasil koordinasi pihak Diaspora Network Chapter Indonesia yang berada di Malaysia bekerjasama dengan Disnaker Kabupaten Asahan dan pertimbangan kemampuan keuangan daerah diperoleh jumlah pekerja migran yang akan dipulangkan sebanyak 210 orang yang benar-benar merupakan pekerja migran yang terkena dampak lockdown di negeri jiran tersebut” jelas Dayat.

Untuk tudingan penipuan yang ditujukan kepada Bupati Asahan, Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa Bupati Asahan tidak pernah bertemu secara resmi dengan Indra Bakti dkk selama proses pemulangan pekerja migran ke Asahan.

Kami jelaskan bahwa Bupati Asahan hanya bertemu saat memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada mereka setelah proses pemulangan pekerja migran selesai dilaksanakan”, jelas Dayat.

Dayat juga sampaikan bahwa Bupati Asahan tidak pernah menjanjikan ganti rugi terkait dana pribadi yang terpakai untuk proses pemulangan pekerja migran tersebut tanpa disertai bukti pembayaran yang sah.

Karena segala pembiayaan yang timbul dalam proses pemulangan pekerja migran tersebut ditampung dalam anggaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan maka Pemkab Asahan bekerjasama dengan Diaspora Network Chapter Indonesia yang berada di Malaysia agar setiap pengeluaran yang ada benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dengan bukti tertulis sesuai ketentuan yang berlaku”, jelasnya

Selanjutnya atas tugas yang telah dilaksanakan oleh Indra dkk berkoordinasi dengan Diaspora Network Chapter Indonesia yang berada di Malaysia dalam membantu mendata pekerja migran yang hendak dipulangkan dari Malaysia ke Kabupaten Asahan,

Rahmat Hidayat juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi dari Bupati Asahan atas upaya dan jerih payah yang telah dilakukan.  Selain itu juga Rahmat Hidayat juga menyampaikan apresiasi kepada para camat yang telah turut membantu Diaspora Network Chapter Indonesia mendata pekerja migran sehingga diperoleh jumlah 210 orang pekerja migran yang akan dipulangkan.

Pemkab Asahan telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provsu agar dapat membantu Pemkab Asahan dengan anggaran yang ada di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provsu dalam memulangkan pekerja migran yang berada di negeri jiran kembali ke Kabupaten Asahan.dan informasi terkini dari Sekretaris Jenderal Diaspora Network Chapter Malaysia Lukmanul Hakim yang mengatakan bahwa mulai Agustus 2020, Malaysia akan memberlakukan fase terbaru yang disebut Recovery Movement Control Order (RMCO). Sehingga sebagian besar aktivitas bisnis dan ekonomi dapat beroperasi kembali dengan menerapkan langkah-langkah protokol kesehatan. Terkait hal tersebut, pekerja migran yang bekerja secara legal di negeri jiran tersebut juga akan kembali bekerja seperti semula dengan tetap menerapkan protokol kesehatan” jelasnya.

Diakhir keterangannya, Dayat menyampaikan pesan dan harapan Bupati Asahan kepada pekerja migran yang akan bekerja di luar negeri agar dapat melengkapi dokumen dan persyaratan yang melegalkan mereka untuk mencari nafkah di luar negeri.

“Saya berharap pekerja migran yang hendak bekerja diluar negeri agar benar-benar melalui proses sesuai ketentuan yang ada, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari”, ujarnya mengakhiri (Nn/Rls)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !