-->
Call Center0821-6669-1169
Admin IT0821-6787-4402

Gara-Gara Jalan Rusak, Cewek Ini Diputuskan Pacarnya

Keterangan Gambar : Aksi Teatrikal Kelompok Mahasiswa dan Pemuda Perlanaan Menyindir Pemerintah Terkait Jalan Yang Rusak dan Belum Pernah Mendapatkan Pembangunan (Foto : Dwi) 



MenaraToday.Com – Simalungun :

Curhatan cewek pemegang poster ini teramat miris dilihat. Hanya lantaran jalan menuju kerumahnya banyak lubang dia harus menelan 'pil pahit' dalam percintaan. Bayangkan saja, hanya gegara jalan menuju ke rumahnya banyak lubang, dia diputuskan oleh pacarnya.

Keteangan Gambar : Dengan bermandi lumpur di jalan yang rusak, pemuda dan mahasiswa Perlanaan menyindir pemerintah (Foto : Dwi)

"Aku diputuskan pacarku karena jalan kerumahku", tulis sekelompok warga yang tergabung dalam aksi keluarga mahasiswa dan pemuda Nagori Perlanaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Aksi sindir sekelompok mahasiswa dan pemuda Perlanaan ini diposting di media sosial (Facebook), Senin (13/7/2020) terkait arus transportasi di daerah itu yang kondisinya hancur bagaikan kubangan kerbau.

Dalam aksinya, sekelompok pemuda dan mahasiswa tampak membentang sejumlah poster dengan berbagai tulisan diantaranya "Selamat datang dikawasan 1000 lubang. Selamat uji nyali di jalan 2021 lubang. Well come kampung terlantar dan 2021 direnovasi".

Selain menyuarakan aspirasinya, para pemuda juga terlihat ada yang duduk bahkan nyaris berbaring disekitar lubang pada badan jalan yang digenangi air. Sementara pada posisi lain pemuda juga terlihat berakting sedang memancing ecek-eceknya disebuah kolam pemancingan.

Agaknya aksi itu juga sebagai isyarat bahwa jalan penghubung antar desa tersebut lebih layak diibaratkan kolam pancing.

Salah seorang tokoh masyarakat Nagori Perlanaan, Joko saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon, Selasa malam (14/7/2020) membenarkan aksi mahasiswa dan pemuda Perlanaan,  Senin kemarin.

Menurut Joko, aksi tersebut merupakan teguran kepada Pemerintah terkait rusak parahnya akses penghubung antar desa tersebut. Aksi sindiran itu juga bertujuan agar ada perhatian Pemerintah untuk melakukan perbaikan.


"Sudah bertahun-tahun jalan tersebut rusak parah sehingga berakibat arus transportasi masyarakat terhambat. Namun begitu, sampai saat ini belum juga dilakukan perbaikan", ungkap Joko.

Joko menuding pihak Pemerintah terkesan tutup mata. Bahkan kata tokoh ini, aksi yang dilakukan mahasiswa dan pemuda hanya dianggap sebuah lelucon.

Sebagai masyarakat Joko berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui instansi yang membidangi cepat tanggap dan melakukan perbaikan agar jalan tersebut tidak lagi sukar dilalui.

"Kita minta jalan segera dilakukan perbaikan, lancarnya arus transportasi tentunya akan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat", pungkas Joko. (Dwi)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !