-->
Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Kasus Positif Terus Bertambah, Banyuwangi Fokus Tangani Covid-19 di Pesantren

Keterangan Gambar : Peta Penyebaran Covid 19 di Kabupaten Banyuwangi pertanggal 28 Agustus 2020 (Foto : Gugus Tugas Covid 19 Banyuwangi/Rifai)
 

MenaraToday.com Banyuwangi :

Satgas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur mencatat penambahan 100 kasus positif covid-19 pada Jumat (28/8/2020), di mana 89 di antaranya adalah santri di salah satu Pondok pesantren (Ponpes). Dengan data terbaru ini, jumlah santri yang terkonfirmasi positif sebesar 199 orang.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono, Jumat (28/8/2020). Rio, sapaan akrabnya, menjelaskan, total saat ini terdapat 341 kasus Covid-19 di Banyuwangi, di mana 84 di antaranya sudah sembuh.

Rio mengungkapkan, upaya penanganan Covid-19 di pesantren terus menjadi perhatian utama satgas. Sejak ada laporan pertama ditemukan santri yang bergejala, tim kesehatan terus melakukan penanganan. Penanganan dilakukan sinergis bersama Kementerian Kesehatan, Pemprov Jatim, Pemkab Banyuwangi, dan jajaran TNI serta kepolisian.

Bahkan, sejak tiga hari lalu telah dibangun mini hospital untuk percepatan penanganan para santri. Rumah sakit mini ini dilengkapi sarana pemeriksaan lengkap untuk menunjang proses pemeriksaan kesehatan santri.

Mini hospital ini dilengkapi berbagai peralatan dan sarana pemeriksaan lengkap, hingga tim medis yang siaga setiap hari. Tim kesehatan dari sejumlah Puskesmas yang lokasinya dekat dengan Ponpes itu juga telah dijadwalkan  secara bergantian untuk berjaga di mini hospital.

“Setiap hari ada dokter dan perawat yang berjaga di sana. Tentu dengan mengunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menjaga keselamatan mereka,” ujar dr. Rio.

Kini, petugas masih secara masif melakukan perkembangan jumlah pasien. Tracing dan penanganan gencar terus  dilakukan. Uji swab telah dilakukan ke lebih dari 700 santri. Ini dilakukan untuk memutus rantai penularan.

“Setiap hari kami lakukan tracing, pengambilan swab di lokasi pondok sudah kami lakukan tiga kali. Memang konsekuensinya berat, karena pasti akan ada penambahan kasus dalam skala besar. Namun, atas nama kesehatan, santri yang terpapar harus segera diketahui untuk menjamin serta menjaga kesehatan mereka. Doakan semoga semua segera pulih,” pungkas Rio. (S.Rifai)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !