Tolak Dinasti Politik, Forum Mahasiswa Sumatera Utara Gelar Aksi Demonstrasi Di Kantor DPP PDI - Perjuangan

Keterangan Gambar : Aksi Forum Mahasiswa Sumatera Utara yang menolak adanya Dinasti Politik di Indonesia di Kantor DPP PDI Perjuangan (Foto : Release)


MenaraToday.Com – Jakarta :

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sumatera Utara Bersatu menggelar aksi demonstarsi di Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI – P) di jalan Pangeran Diponegoro No. 58 Kecamatan Menteng Kota Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2020) siang.

Keterangan Gambar : Aksi Mahasiswa Sumatera Utara asal Asahan saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPP PDI - Perjuangan (Foto : Release)

Dalam aksi tersebut para mahasiswa yang berasal dari Sumatera Utara menolak pencalonan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution sebagai Calon Walikota Medan dan anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming sebagai Calon Walikota Solo sebab mahasiswa tidak menginginkan adanya Dinasti Politik di Indonesia.

“Kami tidak menginginkan adanya Dinasti Politik, untuk itu kami meminta agar Ketua Umum PDI-Perjuangan untuk mengkaji ulang rekomendasi yang diberikan kepada Boby Nasution yang merupakan menantu Presiden Jokowi. Sebab kami menilai Politik Dinasti yang dilakukan oleh Presiden Jokowi sama halnya dengan zaman Orde Baru dan kami menganggap praktik ini dapat merusak demokrasi di Indonesia. Bahkan dulu Pak Jokowi pernah menyatakan bahwa keluarganya tidak berpolitik, namun saat ini kenapa keluarganya justru ikutan berpolitik. Selain itu Ketua Umum PDI – P, Ibu Megawati pada bulan Februari yang lalu pernah mengatakan bahwa “anak-anak muda yang tidak memiliki potensi untuk memimpin bangsa atau daerah sebaiknya jangan dipaksakan untuk maju pada pemilihan. Jadi dengan adanya Dinasti Politik ini kami menilai adanya candu kekuasaan sebab selain menantu Presiden, Bobby Nasution yang mencalon sebagai Walikota Medan juga anak Presiden, Gibran Rakabuming sebagai Calon Walikota Solo” ujar Adlin Panjaitan salah seorang mahasiswa asal Asahan yang menjadi orator dalam aksi tersebut.

Selain menolak adanya Dinasti Politik, para demonstran juga meminta agar KPK memanggil Boby Nasution selaku pemegang perusahaan PT. Wirasana terkait pekerjaan proyek perumahan dengan bendera PT. Wirasena Citra Reswara (WCR) yang terindikasi korupsi,

“Terkait dugaan kasus menantu Presiden Jokowi. Bobby Nasution yang pernah menggarap Proyek Perumahan bersubsidi di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Suka Bumi pada tahun 2019 yang lalu dimana proyek tersebut digarap melalui PT. Wirasena Citra Reswara (WCR) yang merupakan perusahaan yang dipimpin Bobby Nasution dimana berdasarkan informasi yang kami himpun perumahan tersebut dibangun di lahan seluas 35 Hectare dengan jumlah 1.500 unit rumah. Dimana untuk tahap awal dibangun 500 unit rumah dengan luas lahan 15 hectare yang hingga saat ini diduga bermasalah dan terindikasi adanya korupsi. Dan kami menduga Presiden Jokowi memenangkan Boby Nasution sebagai pemenang tender proyek perumahan tersebut sebagai modal untuk maju menjadi calon Wali Kota Medan” ujarnya.

Selain itu Adlin menyebutkan bahwa Presiden Jokowi pernah menyebutkan bahwa keluarga beliau tidak akan “Mroyek” atau terlibat dalam pengerjaan proyek swasta maupun BUMN, namun kenyataannya, menatu Presiden Jokowi, Bobby Nasution malah main proyek.

“Intinya kami menolak Dinasti Politik, sebab Dinasti Politik dapat merusak jalannya demokrasi di bumi pertiwi. Sedangkan untuk kota Medan, merupakan cerminan maju atau tidaknya Provinsi Sumatera Utara, jadi sudah barang tentu Kota Medan membutuhkan sosok pemimpin yang pro terhadap segala kepentingan masyarakat, dengan adanya dinasti politik nantinya dapat mempengaruhi segala kebijakan dalam bentuk kepentingan yang bertentangan dengan keinginan masyarakat dan itu sangat tidak kami inginkan” jelasnya (Nunk/Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama