-->
Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Koalisi Relawan Masyarakat Kolom Kosong Kota Siantar bertambah

MenaraToday.Com - Pematangsiantar :

Paslon tunggal melawan Kotak Kosong di pemilihan Walikota Siantar pada Pilkada 9 Desember 2020 yang akan datang kini tumbuh dan berakar di hati masyarakat Kota Pematangsiantar.

Predisium Kawan Mas Koko,  Horas Sianturi menyebutkan paslon tunggal melawan kotak kosong di Pilkada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar merupakan sejarah baru di peta perpolitikan kota Pematangsiantar.

"Partai berhak menentukan Paslon Tunggal, tapi rakyat berhak menentukan pilihannya sebab suara rakyat sebagai pementu. Rakyat lah yang berdaulat apakah memberi mandat kepada Paslon tunggal atau apakah  sebaliknya menolak paslon karena kolom kosong adalah gambaran hati rakyat" ujar Horas

Horas menambahkan bahwa rakyat  yang menilai, rakyat yang mengukur apakah Paslon tunggal patut atau tidak patut jadi Walikota dan Wakil Walikota. Paslon mengena dihati Rakyat Silahkan di Pilih, bila tidak mengena dihati Rakyat Kolom kosong Pilihan Terbaik.

Kawan Mas Koko yang terdiri dari Simpul-simpul Masyarakat merasa terpanggil untuk turut mengedukasi mengenai memilih kolom kosong adalah Sah !

"Rakyat jangan ragu, jangan takut, Kolom kosong adalah pilihan terbaik bila Paslon tidak berkenan dihati Rakyat, tidak boleh ada teori pembodohan dalam Demokrasi ini, Jangan ada kata-kata yang tidak patut seperti Memilih kolom kosong Rakyat Rugi, Boleh Pilih Paslon Boleh Pilih kolom kosong, Tetapi yang pakai otak memilihlahya, Kolom kosong ada ular, ada hantu ada setan.. Melihat perkataan diatas dari oknum Ts Paslon yang apalagi menyandang status Anggota DPRD kota Pematangsiantar, Bukanlah Pendidikan Politik yang benar. Paslon tunggal dan Ts nya berikanlah apa nilai jual terbaiknya, Tapi jangan juga pakai cara yang terindikasi janji  cair, ngumpulin Ktp, atau money Politik karena itu ada Pidananya" jelasnya. 

Horas juga menyebutkan bahwa Kolom Kosong mengosongkan Janji-Janji Kampanye kalau sekedar Retorika,

"Kolom kosong mengosongkan kepentingan para elite politik, Kolom Kosong mengosongkan politik dagang sapi, Kolom Kosong mengosongkan mahar po litik, Kolom kosong mengosongkan Kesombongan oligarki Politik, bila Kolom kosong menang itu hanya karena Rakyat Berdaulat."tutupnya Ujarnya (Al/Red)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !