Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Mandi - Mandi Di Danau Toba, Warga Medan Tewas Tenggelam

MenaraToday.Com - Toba :

Muhammad Abduh Pane (18) warga Jln Karyatani Gang Dulur No 27.F Lingk VIII Medan, mengerang nyawa di kedalaman 6 Meter Air Danau Toba, tepatnya di sekitar depan Villa Tujutakke Desa Pardamean Ajibata Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara, Minggu (7/3/2021).

Awalnya korban sudah diajak kedua orang tuanya pulang lebih awal karena masih ada pesta keluarga di Medan, korban sempat naik kedalam minibus yang dirental bersama rombongan keluarga itu, namun Abdduh justeru menolok untuk pulang ikut bersama kedua orang tuanya

Kemudian korban turun dari mobil, mobil yang ditumpangi kedua orang tuanya itupun berangkat dari Ajibata, dan korban langsung mandi-mandi kembali ke Danau Toba. Anehnya dari pihak rombongan keluarga yang masih tinggal menikmati sisa liburannya tidak ada yang mengetahui bahwa korban kembali mandi ke Danau Toba.

Beberapa saat kemudian, percis dekat jembatan jalan menuju pelabuhan Ajibata dan sekitar 400 dari Kantor Basarnas Ajibata, sejumalh anak-anak tukang Ciling pencari koin di danau, melihat sesosok manusia terlentang dan dibawa Air

Rombongan penciling itupun terkejut dan berhamburan bergegas ke tepi Danau untuk menceritakan tentang adanya mayat  ke warga sekitar, selanjutnya Warga langsung memberitahukan kepada Kapos Pol Ajibata Ipda Siringoringo, 

Selanjutnya Kapos Pol Ipda Siringoringo menyampaikan kepada Basarnas Danau Toba yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Koordinator Basarnas Danau Toba, di bawah Komando O Tambunan langsung mengerahkan segala kekuatan tim guna menolong korban yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dikedalaman 6 Meter perairan Danau Toba

Edy, Salah seorang yang ikut dalam rombongan itu mengatakan bahwa korban merupakan anak tunggal dari pasangan Haji Azis Pane dan Dita.

"Orang tua korban merupakan satu rombongan dengan kami dari satu lingkungan tempat kami tinggal Gang Dulur, Jalan Karya Tani, Medan Johor dan korban merupakan tunggal "ujar Edy 

Setelah kedua orang tua korban tiba di Rumah Sakit Umum Parapat, Kesedihan dan isak tangis pecah dimana sang ibu korban meratapi jasad anaknya dan sang Ibu korban jatuh pingsan, akhirnya kepergian anaknya itupun di iklhaskan, lalu dibersihkan di ruang jenazah, selanjuynya korban di bawa pulang bersama orang tuanya ke rumah duka 

Sementara itu, direktur Rumah sakit umum Parapat, dr Elisabet melalui dr Icah Sigiro mengatakan, bahwa korban sudah tidak bernyawa lagi sebelum sampai ke Rumah Sakit Umum Parapat, jadi meninggalnya korban murni karena tenggelam,"ujar Dr Icah Sigiro ( K712)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !