Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Pasca Viral di Medsos, Warna Garuda Putih di Asahan Normal Kembali.

Keterangan Gambar : Patung Burung Garuda Putih sebelum viral (Kiri), Patung Garuda Kuning Keemasan setelah viral (Kanan) (Foto : Net)


MenaraToday.Com - Asahan :

Pasca viral di Media Sosial dan di sejumlah Media Online serta di laporkan ke Polres Asahan atas dugaan penghinaan Lambang Negara, kini Burung Garuda Putih di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Siumbut Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Asahan, Sumatera Utara sudah di cat sesuai warna Burung Garuda simbol Negara Republik Indonesia.

"Setelah viral, patung burung garuda tersenut sudah di cat warna kuning keemasan bang, katanya warna putih di burung garuda tersebut merupakan warna dasar sebelum di cat warna ke emasan, tapi kenapa setelah viral dan di laporkan baru di cat warna keemasan, kalau nggak viral mungkin tetap putih patung burung garuda tersebut" Ujar Andi salah seorang warga sekitar.

Sebelumnya patung burung garuda berwarna putih ini sempat viral di Media Sosial, dimana beberapa orang warga Kisaran memposting Garuda Putih ini, bahkan salah seorang warga Wiga Haryadi sempat melaporkan Garuda Putih ini ke Mapolres Asahan.

Pro dan kontra dari komentar netizen mewarnai setiap postingan gambar burung garuda ini, ada yang menyebutkan bahwa cat nya habis sehingga belum sempat mencat warna kuning ke emasan, ada yang bilang ada unsur kesengajaan dan komentar lainnya.

Seperti komentar dengan akun Suwarno Wno yang menuliskan : "Tadi anak ku banyak bg....itu burung apa? Katanya...? Itu burung Garuda ...jawabku..Kok warnanya putih kayak bebek dirumah kita...." Aku bilang "entahlah...... Coba Abang tanyakan sama pak camat bang Wiga Haryadi ...biar gak berantam aku sama anak ku' 

Sementara akun Pangulu Siregar menuliskan, 'Jika ini benar pasal yang dilanggar adalah pasal 57,68 dan 69 UU 24 tahun 2009 lambang negara. Ancaman hukumannya 5 tahun dan denda 500 juta" tulisnya.

Sementara itu akun dengan nama Nobon menuliskan di lamannya "Ini patung terletak di depan rumah saya dan yg ngecetpun saya dgn biaya saya sendiri . Agar warna emasnya timbul maka saya lakukan cat dasar dulu . Kebetulan hujan terus menerus  maka di tunggu sampai kering . Dan biasa saya lakukan pengecetan nya se tahun se x.  Jd sy mohon kepada kawan2  jgn asal buat temuan . Kompirmasilah dulu. Berbuat baik aja pun salah ....." Tulis Nobon dalam akunnya.

Lain halnya dengan postingan Muhammad Hanafi Bugis yang dalam akun Facebooknya menuliskan "Dalam pengecetan dinding, atau pun beton memang harus memakai cet dasar terlebih dahulu sebelum cet penutupnya. Berhubung cet penutupnya limitededition sehingga agak lambat proses finishingnya wo Wiga Haryadi . Tapi gitu pun karena kritikan wo wiga juga makanya cepat dtg cetnya. Cocokkan juragan Muhammad Syahputra ?" Tulisnya.

Al Ghazali Siregar dalam akunnya menuliskan Sudahi semuanya, Buya Syamsul Qodri OK Mohd Rasyid SE Wiga Haryadi  Icon Garuda Telah kembali Kepada Aslinya... Tampak Lebih Gagah dan Beribawa. Semoga kedepan, kebijakan tidak harus menunggu Rame diperbincangkan" tulisnya (Nunk/Red)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !