Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Capacity Building Santri Mandiri 5.0, Kiprah BI Jember Dalam Membangun Kemandirian Pondok Pesantren

MenaraToday.Com - Malang :

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember bekerjasama dengan Halal Center Bahrul Maghfiroh, menyelenggarakan Capacity Building sejak 5-8 April 2021 di Batu Malang. Peserta berasal dari perwakilan pondok pesantren di Jember yang selama ini telah memiliki beberapa unit usaha. Sebanyak 26 peserta hadir dan mengikuti pelatihan kewirausahaan yg disampaikan para praktisi bisnis. Peserta diharapkan bukan hanya menguasai ilmu agama tapi mulai mengenal spirit entrepreneurship.

Era 5.0 bukan hanya sekedar masuk dunia digital, tapi melibatkan kekuatan society. Pondok pesantren sebagai society pasti punya pengalaman panjang dan terbiasa mengambil peran. Para santri diharapkan percaya diri dan segera membekali diri untuk menyambut era digital 5.0, sehingga mampu bersaing dan mengembangkan ekonomi pesantren.

Ekosistem halal dan implementasi ekonomi syariah menjadi tema utama yg disampaikan langsung oleh Prof Mohammad Bisri, MS, mantan rektor UB (Universitas Brawijaya) yang sekarang fokus mengelola Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang.

Selanjutnya Tri Darmanto, Direktur Halal Center Bahrul Maghfiroh, membekali peserta dengan materi business mindset terutama terkait unit-unit usaha yang ada di pondok pesantren. Para praktisi bisnis akan melengkapi dengan materi manajemen bisnis, manajemen keuangan, digital marketing, branding dan inovasi agrobisnis..Pengalaman semua pemateri diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan kompetensi para santri.

Disruptions terjadi di banyak sektor bisnis, memaksa banyak pebisnis berpikir keras agar bisa bertahan, bukan lagi memenangkan persaingan. UKM yang dikenal lebih lincah justru memiliki daya tahan lebih kuat dibanding perusahaan besar. Saat ini momentum UKM bisa menyalip di tikungan, diharapkan bisa dicapai para UKM binaan Bank Indonesia Jember. 

Sementara halal telah menjadi isu penting di segala aspek kehidupan, bahkan ke depan UKM harus sadar tentang Sistem Penjaminan Halal Internal (SPMHI). Saat ini banyak ditemukan fakta masih banyak pelaku bisnis belum memahami filosofi halal dengan benar. Edukasi harus terus dilakukan agar muncul perilaku dan budaya baru di semua tahapan bisnis termasuk masyarakat sebagai konsumen. Halal harus terjadi dari hulu sampai hilir, semua proses dikawal secara ketat. Nantinya konsumen akan tenang ketika semua produk yang dibeli sudah memenuhi persyaratan halal. Halal bisa menjadi added value bagi UKM agar bisa memenangkan persaingan.

Bahrul Maghfiroh bekerja sama dengan PT Narendra Food BM sendiri telah memproduksi keju mozzarella dan bisa menjadi contoh produk kreatif yang dikelola pondok pesantren. Selama ini mampu memproduksi 4-5 ton keju per bulan mozzarella dan dipasarkan online ke seluruh kota di Indonesia. Peserta akan dikenalkan proses sejak produksi dan bagaimana menguasai pasar. (Tim)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !