Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Dihantui Limbah dari PT. KMT, Masyarakat Urang Unsa Putussibau Selatan Mengadu ke Desa

Keterangan Foto : Foto _____/// Limbah atau sampah yang di hasilkan PT. Karya Mukti Timber (KMT) yang terletak di Desa Urang Unsa Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu.


MenaraToday.com - Kapuas Hulu

PT.Kayu Mukti Timber (KMT), bekerjasama dengan PT Kawedar Industry (KWI) dan PT Mitra Andalan Mukti (MAM) yang bergerak dibidang pengolahan kayu yang terletak di Desa Urang Unsa Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu.

Baru - baru ini Kepala Desa Urang Unsa, Thomas mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dugaan pencemaran limbah dari pabrik pengolahan kayu PT. KMT.

"Menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat tentang dugaan pencemaran limbah Pengolahan kayu, kami bersama Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Putussibau Selatan melakukan sidak ke PT. Kayu Mukti Timber. "kata Kades Thomas kepada wartawan. Selasa (6/4) Siang.

Diceritakan Thomas, aduan ini berawal, ketika masyarakat melihat adanya limbah dari perusahaan ini masuk ke aliran sungai Kapuas.

"Masyarakat sekitar khawatir sungai Kapuas tercemar oleh limbah pabrik, karena sebagian masyarakat sekitar masih mengkonsumsi air dari sungai Kapuas, "ujar Kades di lokasi pabrik PT KMT.

Ia berharap, dengan kehadirannya bersama Forkimcam Kecamatan Putussibau Selatan dapat duduk bersama - sama mencari solusi yang terbaik.

"Pihak perusahaan, harus secepatnya mencari solusi dan jalan yang terbaik, agar limbah dari pabrik tidak jatuh maupun mengaliri ke sungai mengingat lokasi PT KMT berada dibibir sungai dan rawan banjir serta antisipasi dampak ke masyarakat. "harap Kades

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi melalui Kapolsek Putussibau Selatan Iptu Cahya Purnawan mengecek langsung lokasi limbah atau sampah dilapangan.

"Kami bersama Danramil, Sekcam dan juga kades mengecek langsung di lapangan, dilokasi terdapat tumpukan sampah atau limbah pabrik yang jaraknya tidak jauh dari sungai Kapuas. "ujar Kapolsek di lokasi PT KMT

Dikatakan Kapolsek, sampah sisa olahan dari pabrik PT. KMT sudah banyak menumpuk dan tidak jauh dari bibir sungai Kapuas.

"Jika laporan masyarakat tersebut di diamkan dan tidak lanjuti, kemungkinan menimbulkan permasalahan yang besar.  Dan membuat gaduh serta mengganggu Harkamtibmas, "ujarnya 

Ia juga berpesan, terkait limbah kayu yang ada diareal pabrik tersebut jangan dibakar, hal itu untuk mengantisipasi agar tidak terjadi Karhutla.

Sementara itu, Sekcam Putussibau Selatan, Usman Husin, mengatakan bahwa peninjauan ini memang langkah mengamati aduan dari masyarakat.

Karena menurut Dia, kehadiran perusahaan seperti ini bisa mendatangkan manfaat kemajuan daerah khususnya masyarakat juga bisa mendatangkan mudarat, mudaratnya yaitu terkait dampak sosial seperti yang berkaitan dengan limbah atau pun amdal.

Selain terkait limbah, terlihat juga Perusahaan punya manfaat dalam menyerap tenaga kerja.

"Kami sudah periksa terkait limbah kayu, ini perlu solusi agar bisa dilakukan secara baik tidak mencemari lingkungan," ujarnya.

"Kita tetap ingin perusahaan tetap berjalan namun limbah produksi juga banyak bertumpukan, semoga kedepan bisa dikelola dan jangan dibakar.

Ia berharap, limbah atau sampah pabrik segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu Manager PT Kayu Multi Timber (KMT) Handi Saputra menyambut baik atas sidak yang dilakukan oleh unsur Forkimcam dan Kepala Desa.

Dalam kesempatan tersebut Handi menegaskan PT. KMT tidak mengunakan bahan kimia.

"Limbah yang dihasilkan oleh pabrik tidak ada bahan kimia, karena pabrik hanya mengolah kayu murni yang dijadikan olahan timber, bukan produksi triplek, "jelas Handi.

Menyinggung limbah pabrik kata Handi, pihaknya tidak dibuang ke sungai melainkan dimanfaatkan kembali untuk produksi.

"Limbah itu kami gunakan untuk proses produksi, limbah kami bakar untuk pemanas mesin, "jelasnya

Disampaikan Handi, pihaknya sangat berterima kasih dengan adanya aduan dari masyarakat langsung serta bisa duduk bersama.

" Kami sangat berterima kasih, tentunya kejadian ini menjadikan bahan evaluasi untuk kedepannya dan kebaikan bersama. "ucapnya.

Untuk itu Ia berharap, dukungan dari semua pihak karena kehadiran pabrik ini cukup membantu perekonomian serta lapangan pekerjaan," pungkasnya mengakhiri (Bayu)


Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !