Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Gara-Gara Calkades, Ponakan Tega Pukuli Bibi Sendiri Hingga Terguling

Korban Pemukulan, Ira Dewi Darma Tengah Menunjukan Bagian Kepala yang dirasa sakit akibat pemukulan. Sabtu (02/10/21).


Menaratoday.com BANTEN, Kab. Serang-Oknum benama Riki warga Kampung Calingcing, Desa Kopo, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang Banten, tega memukuli saudara perempuannya yang tidak lain bibinya sendiri yakni Ira Dewi Darma hingga terjungkir hanya karena candaan terkait Calon Kepala Desa (Calkades). Peristiwa pemukulan tersebut sontak membuat warga sekitar kaget melihat kejadian penganiayaan tersebut.


Ira Dewi Darma menceritakan, awal mula kejadian itu terjadi setelah dirinya menemui rekannya membahas soal usahanya. Kemudian, setelah usai bersama rekannya, ia merasakan tidak enak badan dan memilih untuk pergi kerumah bibinya yang kebetulan tidak jauh dari rumahnya di Kampung Calingcing, Desa Kopo, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten, untuk meminta tolong dikerik karena merasa tidak enak badan.


"Emang udah biasa suka ngumpul-ngumpul sama saudara-saudara, banyak yang diobrolin juga, cuman kali ini kebetulan yang jadi bahan obrolan itu seputar Pemilihan Kepala Desa," ungkapnya. Sabtu (02/10/21).


Dewi mengatakan, ketika korban berbincang bersama bibi dan saudaranya yang lain,, tiba-tiba oknum Riki melintas dan berhenti di depan rumah bibinya. Korban hanya becanda dengan mengatakan " Ki Jangan Lupa Coblos Nomor 1".


"Saya kan biasa sama saudara becanda, kata saya ki Coblos Nomor 1, cuman memang jari saya yang di acungkan 2, tiba-tiba si Riki itu turun dari motor mondar -mandir sambil meludah, saya kaget liatnya," kata Dewi.


Lanjut Dewi, kemudian pelaku pergi, namun selang beberapa menit, pelaku kembali lagi dan langsung memukuli kepalanya hingga korban terguling.


"Gak tahu kenapa Si Riki itu tiba-tiba balik lagi dan langsung memukuli kepala saya hingga saya terguling, posisi saya masih dikerik belum selesai, Saya langsung telepon suami saya dan disuruh pulang, saya langsung pulang," terangnya.


Masih kata Dewi, melihat dirinya dipukuli, saudara perempuannya menjerit-jerit, akhirnya mengundang keramaian, keluarga dan saudara laki-laki yang lain yang melihat kejadian itu langsung melerai.


"Bibi saya yang saat kejadian tengah ngerikin saya menjerit-jerit karena melihat saya di pukuli, dan saudara saya yang lainpun langsung menemui, saya bilang seperti itu ke pelaku sebatas candaan aja gak ada maksud lain, karena saya di Kampung Calingcing, Desa Kopo ini sudah tidak punya hak pilih, saya sudah pindah ke Rangkasbitung Lebak," jelasnya.


Dewi mengaku, setelah pemukulan itu ia terpaksa pergi ke klinik untuk berobat karena merasakan sakit dikepala bagian belakang dan juga mual-mual. Dewi menduga, hal itu kemungkinan akibat pemukulan yang dilakukan oleh keponakannya tersebut.


Bibi Korban bernama Rohayati membenarkan kejadian pemukulan tersebut. Ia juga sempat kaget dan menjerit saat terjadi peristiwa pemukulan itu.


"Saya kaget, Dewi ini kan sedang di kerikin sama bibinya yang bernama Rositoh, lagi becanda ngobrolin Calon Kepala Desa disini, saya kaget tiba-tiba si riki menghampiri dan langsung memukuli Dewi, melihat itu saya menangis dan menjerit-menjerit," katanya.


Sementara itu, ditempat yang sama saudara perempuan yang lainnya bernama soyaroh juga membenarkan kejadian tersebut.


"Iya benar saudari saya Dewi di pukuli sama si riki, saya kaget dan menangis," tandasnya.(ila)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !