MenaraToday.Com - Pandeglang :
Kesibukan arus kendaraan di depan Kantor Samsat Pandeglang tampak sedikit berbeda pada hari kedua pelaksanaan Operasi Zebra 2025. Sejumlah petugas Satuan Lalu Lintas Polres Pandeglang berdiri sigap di sisi jalan, menghentikan kendaraan yang melintas sambil memberikan imbauan. Di balik kesibukan itu, tersimpan satu tujuan besar: membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
Operasi Zebra yang digelar serentak di seluruh Indonesia mulai 17 hingga 30 November 2025 ini kembali menjadi momentum bagi aparat kepolisian untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya disiplin berkendara.
Kapolres Pandeglang AKBP Dr. Dhyno Indra Setyadi melalui Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, menjelaskan bahwa operasi tahun ini memfokuskan penindakan pada tujuh pelanggaran yang dinilai paling berpotensi memicu kecelakaan.
“Pelanggaran seperti penggunaan handphone saat berkendara, melawan arus, hingga berkendara di bawah pengaruh alkohol masih menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan. Karena itu, ini menjadi prioritas kami,” ujar AKP Surya Muhammad. Selasa (18/11/2025).
Tujuh pelanggaran prioritas tersebut mencakup:
1. Menggunakan handphone saat berkendara
2. Berkendara di bawah umur
3. Membonceng lebih dari dua orang
4. Tidak memakai helm atau safety belt
5. Berkendara dalam pengaruh alkohol
6. Melawan arus
7. Melebihi batas kecepatan
Depan Kantor Samsat Pandeglang dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan karena termasuk jalur sibuk yang kerap menjadi titik rawan pelanggaran. Pemeriksaan berlangsung intensif, petugas memeriksa kelengkapan kendaraan roda dua dan roda empat, memeriksa surat-surat, hingga menegur pengendara yang tampak tidak mematuhi aturan.
Dalam waktu beberapa jam, puluhan pelanggar terjaring. Ada yang kedapatan tidak memakai helm, ada remaja yang belum cukup umur nekat membawa motor, bahkan ada yang masih menggunakan telepon genggam sambil melaju. Setiap pelanggaran ditangani sesuai prosedur, namun tetap mengedepankan aspek humanis seperti yang ditekankan pimpinan.
Meski Operasi Zebra identik dengan tindakan tegas, AKP Surya Muhammad menegaskan bahwa pendekatan edukatif tetap menjadi prioritas utama.
“Kami berharap masyarakat bukan hanya takut sanksi, tapi betul-betul memahami bahwa keselamatan adalah kebutuhan. Disiplin berlalu lintas melindungi kita semua,” katanya.
Selain penindakan, langkah preemtif dan preventif juga terus dilakukan. Penyuluhan ke sekolah dan komunitas, pemasangan spanduk peringatan, hingga patroli rutin di titik-titik rawan menjadi bagian penting dari rangkaian operasi ini.
Melalui Operasi Zebra 2025, Polres Pandeglang berharap masyarakat dapat semakin sadar pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memastikan kondisi kendaraan selalu prima.
Dengan budaya tertib yang kuat, angka kecelakaan di Kabupaten Pandeglang diharapkan terus menurun. Operasi Zebra bukan sekadar operasi tahunan, tetapi gerakan kolektif demi keselamatan di jalan raya. (ILA)
