MenaraToday.Com - Pandeglang :
Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Pandeglang justru tampak lengang saat puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kondisi tersebut terlihat di beberapa objek wisata pantai seperti Pantai Baka-baka Carita, Pantai Lombok Carita, Pantai Karang Tumpeng, hingga lokasi wisata pemandian air alami Badudun di Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Di tengah harapan melonjaknya kunjungan wisatawan saat libur panjang, para pengelola dan pedagang justru harus menelan kekecewaan. Abdullah, pengelola Wisata Badudun, mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan tahun ini jauh menurun dibandingkan momen libur serupa tahun lalu.
“Parah ini mah teh sepi. Bayangin aja libur dua minggu yang rame cuma satu hari aja, hari Kamis kemarin. Hari-hari lainnya beneran sepi,” kata Abdullah kepada menaratoday.com, Minggu (4/1/2025).
Ia menuturkan, penurunan jumlah pengunjung berdampak langsung pada pendapatan. Bahkan, hasil yang diperoleh nyaris tak cukup untuk menutup biaya operasional harian.
“Beda jauhlah. Tahun kemarin masih mending, ada aja pemasukan lumayan. Sekarang mah kadang cuma dapat Rp100 ribu sampai Rp200 ribu sehari, itu juga habis buat bayar upah anak-anak yang jaga,” ujarnya.
Menurut Abdullah, cuaca ekstrem dan isu kebencanaan yang mencuat menjelang libur akhir tahun menjadi faktor utama penyebab sepinya wisatawan. Debit air sungai yang sempat meningkat membuat pengunjung ragu untuk berwisata.
“Kemarin ada rombongan yang sudah sampai sini, tapi pas lihat sungainya mereka balik lagi. Mungkin takut karena debit air lagi naik. Kita juga gak bisa maksa kalau kondisinya seperti itu,” ungkapnya.
Ia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama, mengingat banyak warga menggantungkan hidup dari sektor pariwisata di kawasan tersebut.
“Semoga cepat berlalu. Kasian mereka yang cari nafkah di sini. Lihat aja lapak-lapak UMKM juga banyak yang tutup karena sepi,” tandasnya.
Kondisi serupa juga dirasakan para pedagang. Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku libur panjang kali ini tak sesuai ekspektasi.
“Iya bener, tadinya kami bayangin bakal rame. Biasanya penghasilan lumayan, sekarang mah lebih banyak bengongnya. Yang lain juga banyak yang tutup karena udah gak semangat buka lapak,” ucapnya.
Sepinya pengunjung juga dirasakan di kawasan wisata pantai. Pengelola Wisata Pantai Kodok Carita, Tia, mengatakan bahwa beberapa hari terakhir pantai nyaris tanpa wisatawan.
“Sepi dari kemarin-kemarin. Baru hari ini mulai ada lagi. Soalnya sebelumnya hujan terus, jadi orang-orang pada takut,” ujarnya.
Lesunya sektor pariwisata saat libur panjang ini menjadi pukulan bagi masyarakat Pandeglang yang bergantung pada kunjungan wisatawan. Mereka berharap cuaca membaik dan kepercayaan wisatawan kembali pulih agar roda ekonomi lokal dapat kembali berputar. (ILA)
